MAMUJU TENGAH, POROSSULBAR – Beberapa tahun terkahir kondisi jalan Desa Budong-Budong mengalami kerusakan parah. Hingga saat ini akses jalan desa tersebut sangat sulit untuk dilalui karena bila musim hujan maka jalannya berlumpur dengan kedalaman kurang lebih ½ meter.

Hal ini menjadi kendala berat bagi warga desa setempat karena jalan ini merupakan akses mereka untuk aktifitas kesehariannya, misalnya kesekolah bagi pelajar dan akses angkut hasil bumi para petani.

Selain warga setempat, jalan desa Budong-Budong juga merupakan akses jalaur transportasi warga desa lain untuk membawa hasil bumi mereka ke pelabuhan padang panjang menyembarang Kalimantan.

Warga desa Budong-budong kerap kali melakukan aksi protes terhadap pemerintah kabupaten Mamuju Tengah, seperti aksi penanaman pohon pisang ditengah jalan pada akhir bulan juni sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah dengan harapan agar pemerintah kabupaten Mamuju Tengah menangani secara serius jalan desa tersebut.

Belum adanya perhatian dari pemerintah kabupaten Mamuju Tengah sampai saat ini akhirnya puluhan warga desa Budong-Budong gelar aksi blockade jalan (Kamis/03/08/2017). Puluhan mobil truk pun ditahan, aksi blockade ini berlansung 5 jam.

Selain memblockade jalan, ratusan warga juga mendatangi rumah Ince Irwan Tahir yang merupakan Anggota DPRD Mamuju Tengah. Warga meminta agar politisi PKB tersebut menyuarakan asprirasi mereka.

“ Hampir 100 orang masyarakat desa Budong-Budong mendatangi rumah saya, dan memang saya selalu menjandi sasaran masyarakat setiap mereka mengeluhkan persoalan parahnya kerusakan jalan desa Bodong-Budong ini, makanya saya langsung panggil kepala desa dan kepala dinas Pekerjaan Umum,” ujar Ince Irwan Tahir.

Lanjutnya, desakan masyarakat ini simple, mereka mengerti kalau memang belum ada anggarannya paling tidak bisa dibenahi sedikit demi sedikit.

Menurut legislator muda itu, melalui swadaya masyarakat jalan desa tumbu sudah ditimbun 60 truk pasir tapi belum mampan. Selain meminta perhatian Pemerintah kabupaten Mamuju Tengah, masyarakat juga mengharapkan sumbangsih dari piha swasta yang memiki proyek di desa Budong-Budong.

Laporan: Hamzah