Ruang sidang paripurna HUT Sulawesi Barat ke-14 Tahun 2018

Sambutan Gubernur Di Paripurna HUT Sulbar Ke-14 Gedung DPRD Provinsi

MAMUJU, POROSSULBAR – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan Provinsi ke- 33 di Indonesia. Sejarah terbentuknya Sulbar melalui perjuangan yang panjang, sehingga perlu menjadi refleksi bagi semua elemen untuk selalu mencintai dan menjaga daerah.

Demikian disampaikan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dalam rapat paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Sulbar ke-14 yang di gelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar bersama Pemprov Sulbar, Sabtu (22/9/2018) lalu.

Ruang Sidang Paripurna HUT Sulbar ke-14 Tahun 2018

Rapat paripurna HUT Sulbar berlangsung di Kantor DPRD Sulbar, dihadiri para tokoh pejuang Sulbar, perwakilan Pemerintah Pusat, Jajaran Forkopimda, OPD Sulbar, unsur pimpinan dan anggota DPRD Sulbar, Atlet berprestasi, dan para tamu undangan lainnya.

Dikatakan, sebagai pelanjut nahkoda pemerintahan di Provinsi Sulawesi Barat, kami telah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan ini.

Tinggal bagaimana kita semua dapat bersatu padu, bahu-membahu secara bersama-sama melaksanakan amanah para pejuang Sulbar, untuk menjadikan Provinsi Sulawesi Barat sebagai Provinsi yang maju dan mala’biq yang dapat sejajar dengan Provinsi lainnya Indonesia,” ungkap Gubernur.

Pada momentum peringatan HUT Sulbar yang ke-14 kali ini, Ali Baal Masdar mengungkapkan, bahwa ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kerja keras para pejuang pembentukan Sulbar,  sehingga Provinsi Sulbar mampu melepaskan diri dari kategori daerah terisolir dan tertinggal.

Pejabat defenitif Gubernur Sulawesi Barat sebelumnya telah bekerja keras meletakkan podansi dan kerangka pembangunan, untuk membawa Sulawesi Barat kearah yang lebih baik.

“Meskipun saat ini belum sesuai harapan, tapi Alhamdulillah sudah ada peningkatan dan itu menurut statistik bahwa semua mengalami peningkatan dan kemajuan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulbar, Hj Amalia Fitri Aras mengungkapkan, bahwa diperingatan HUT Sulbar yang ke-14 ini tidak dimeriahkan sebagaimana biasanya, hanya dengan acara biasa saja tetapi acara tersebut memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, YME atas berdirinya daerah Sulawesi Barat sebagai daerah yang mala’biq.

“Lebih lanjut dikatakan Amalia, di era ekonomi Asean yang kompetitif,  kemajemukan harus menjadi nomor satu dengan ciri ‘bhinneka tunggal ika’, terutama dalam menghadapi persaingan dan menata infrasruktur, sehingga Sulawesi Barat layak di huni sebagai daerah penduduk asli pribumi.

“Kepada mereka, baik secara langsung dan tidak langsung kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, begitupun pejuang yang telah mendahului kita, mari mengirimkan doa agar amal pahalanya dilipatgandakan atas pembentukan daerah ini,” ucap Amalia.

Kedepan lanjut Amalia, diharapkan semua pihak baik unsur pemerintah maupun lembaga vertikal lainnya, untuk saling bahu-membahu demi kemajuan Sulbar.

“Keinginan – keinginan masyarakat akan tercapai dengan baik, kalau ini semua bisa bersinergi. Kita juga selalu memberikan pengawasan dilapangan setiap pekerjaan program kerja Pemprov,” jelasnya.

Selain itu tambahnya, DPRD Sulbar meminta agar Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mengevaluasi OPD di lingkup Pemprov, agar kinerjanya bisa meningkat. Seperti perayaan HUT Sulbar perlunya pejuang diberikan kesempatan untuk menyampaikan mandatnya.

“Yang paling penting juga memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik, membuka lapangan pekerjaan. Tidak adanya pembacaan naskah pejuang tentu ini akan sangat beda dan pasti kecewa,” terangnya.

Advertorial