MAMUJU, POROSSULBAR – Satuan polisi lalu lintas Polres Metro Mamuju yang di back up sat. Brimob Polda Sulawesi barat, menggelar razia ranmor di jalan Soekarno hatta depan SMAN 2 Mamuju, jum’at 20 oktober 2017.

“Giat razia ranmor tersebut, dipimpin langsung kasat lantas Polres Metro Mamuju, Akp Suhartono, SH, S.I.K, dan didampingi dari pihak Dewan Guru SMAN 2 Mamuju. Razia ranmor ini sebelumnya sudah dimulai dari dua minggu yang lalu dengan diawali proses sosialisasi dan himbauan oleh satlantas Res Metro Mamuju kepada siswa siswi, melalui Program Police Go To School SMAN 2 Mamuju.

Pelajar SMA Negeri 2 Mamuju, terjaring Razia Ranmor di jalan Soekarno Hatta, Jumat 20 Oktober 2017

Jadi, proses fase sosialisasi dan himbauan kesekolah sekolah sudah dilaksanakan dan sekarang saatnya penindakan terhadap pelanggar lalu lintas yang dilakukan oleh anak-anak /pelajar yang tidak memiliki SIM, tidak pakai helm dan bonceng tiga serta menggunakan knalpot racing/bogar,  “kata Suhartono.

“Lanjut, dalam kegiatan razia itu, tidak hanya siswa siswi SMAN 2 Mamuju saja yang ditertibkan tapi semua siswa siswi / pelajar yang melintas di jalan Soekarno hatta dan terjaring razia juga ikut diamankan dan ditilang.

Kedepannya, disamping sosialisasi ke sekolah sekolah tentang keselamatan berlalu lintas, kami juga akan melaksanakan razia dengan tegas dan tilang sita kendaraan dengan tilang selama satu bulan untuk pelanggar anak anak sekolah yang tidak memiliki SIM.

Jika diulangi dan terjaring lagi kami akan tilang dengan menyita kendaraan dengan tilang dua bulan, hal ini dilaksanakan untuk menyelamatkan jiwa anak anak dari kecelakaan lalu lintas serta memberi efek jera, “tandasnya.

Tambahnya lagi, satlantas Res Metro Mamuju meminta partisipasi masyarakat untuk bersinergi menciptakan kondisi aman dan kondusif, serta partisipasi aktif dari para orang tua, para dewan guru dan semua stakeholder terkait, untuk saling bersinergi menyelamatkan anak anak kita dari bahaya kecelakaan lalu lintas.

“Sebagai kepolisian lalu lintas yang leading sectornya mewujudkan keselamatan di jalan, kami menyarankan agar siswa siswi / pelajar sebaiknya kalau ke sekolah diantar keluarganya, jalan kaki, naik angkutan umum atau bus sekolah demi keselamatan diri dan orang lain.

Karena perlu kita sadari, sekalipun postur badan sudah mampu mengendarai motor atau mobil, namun secara psikologis masih labil. Hal ini sesuai aturan UU No 22 tahun 2009, bahwa syarat minimal untuk pemohon SIM adalah usia 17 tahun, “tutup Kasat lantas Res Metro Mamuju… (end*)