Sekretaris KPU Sulbar Resmi Jadi Tahanan Kota

MAMUJU, POROSSULBAR Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK) pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar Tahun Anggaran 2016 lalu.

Pihak Kejaksaan Tinggi Sulselbar telah menyerahkan berkas Perkara Tindak Pidana Korupsi APK ke Kejaksaan Negeri Mamuju pada Kamis, 21 Februari 2019 sekitar pukul 11.00 wita di Kantor Kejaksaan Negeri Mamuju.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Mamuju, Cahyadi Sabri, SH, MH  mengatakan bahwa pihak Kejaksaan Tinggi Sulselbar telah menyerah terimakan Kasus Alat Peraga Kampanye (APK) beserta Barang Bukti uang tunai senilai 750.000.000 rupiah atas tersangka Drs. Abd Rahman Syam, M.Si, yang kini telah resmi menjadi tahanan kota.

“Pelaku disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI No. 31 tahun 1999, tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana di ubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor.

Dalam penyerahan tersangka dan BB, diserahkan pula uang pengganti kerugian negara sebesar 750.000.000 rupiah yang dititipkan di rekening penitipan Kejari Mamuju pada Bank BRI cab. Mamuju,” terang Cahyadi.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) terhadap tersangka dilakukan penahanan Kota Mamuju dengan pertimbangan, bahwa yang bersangkutan masih aktif menjabat selaku Sekretaris KPU Sulbar dan demi kelancaran proses pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden dan Legislatif.

“Saat ini tersangka resmi menjadi tahanan Kota Mamuju, karena yang bersangkutan masih menjabat selaku Sekertaris Kpu Sulbar.

Demi kelancaran proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan Legislatif, dan yang bersangkutan ketika dalam tahap penyidikan bersikap kooperatif, serta adanya sebagian pengembalian kerugian Negara sebanyak 750.000.000 rupiah,” tutup Cahyadi. (**)