MAMUJU, POROSSULBAR – Jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2017/2018 yang akan di gelar pada bulan April mendatang, salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Mamuju Prov. Sulbar.

Seperti yang terjadi di SMA Negeri satu Tommo, di duga melakukan pungutan liar (pungli) kepada siswa kelas XII sebanyak kurang lebih 70 siswa siswi yang akan mengikuti pelaksanaan UN yang akan dilaksanakan di SMK Negeri Papalang.

“Salah seorang orang tua siswa yang tidak ingin diketahui identitasnya mengatakan, bahwa siswa siswi yang akan mengikuti UN dibebankan biaya oleh pihak sekolah dalam hal ini Dra. Arrang, selaku kepala sekolah dan pengambil kebijakan dalam pungutan tersebut.

“Kasihan anak-anak pak, mereka disuruh bayar uang ujian sebanyak 400 ribu rupiah dan siswa siswi yang akan mengikuti UN itu kurang lebih 70 orang, dan mereka harus bayar, daripada tidak diikutkan ujian pak, “terang orang tua siswa tersebut.

“Menurutnya,  alasan pihak sekolah meminta kepada siswa siswi nya yang akan mengikuti UN untuk membayar uang Ujian, yaitu untuk transport dan biaya ijazah.

“Pihak sekolah baru baru ini memanggil para orang tua siswa yang anaknya akan ikut UN, dan kami selaku orang tua siswa harus menyetujui, dari pada anak kami tidak ikut ujian.
 
Kepala sekolah menyampaikan kepada kami, bahwa pembayaran itu tujuannya pertama untuk biaya transport dari Tommo menuju SMK Negeri Papalang, biaya simulasi selama dua hari yang di laksanakan pada tanggal 7-8 Februari di SMK Papalang, jadi totalnya dengan pelaksanaan UN nanti itu empat hari, sama uang makan, serta untuk biaya Ijazah.

“Pertanyaan kami, sekolah kan memiliki Dana BOS, kenapa membebankan biaya yang sangat mahal kepada siswanya dan kalau kami tidak membayarnya maka anak kami tidak dibolehkan mengikuti Ujian Nasional, “tutup orang tua siswa tersebut.   (*/end)