MAMUJU, POROSSULBAR – Bekerja tulus,  ikhlas dan seakan tak mengenal lelah mengingatkan kita terhadap sosok Anwar Adnan Saleh (AAS) yang begitu berkesan.

Kerja keras itu menginspirasi kepada kaum muda untuk tidak mudah menyerah diberbagai hal.

“Bukan memuji, tapi ini adalah fakta yang cukup dirasakan atas dedikasi dan pengabdian dari sosok kepemimpinan AAS yang menjadi gubernur defenitif pertama hasil Pilkada Sulbar 2006 silam.

Satu kalimat yang pantas disematkan kepadamu adalah terima kasih atas pengabdianmu yang telah banyak memberi inspirasi kaum muda dalam mengisi pembangunan “Tanah Mandar” di masa depan.

“Perlu disadari, 10 tahun memimpin Sulbar bukanlah perkara muda untuk menjawab segala tuntutan rakyat, karena kesempurnaan hanya milik sang pencipta. Namun demikian, karyamu tiada tara yang akan terus dikenang sepanjang masa.

Membangun Sulbar dari titik nol tentu dibutuhkan marketing yang baik serta ditopang sosok leader pekerja keras. Geliat hasil pembangunan yang dirasakan sekarang ini mungkin karena pemimpin terdahulu berangkat dari niat yang tulus dan tak memikirkan berapa keuntungan yang mampu didapatkan dari hasil yang ia kerjakan.

“Masih segar dalam ingatan kita betapa buruknya kondisi infrastruktur 14 tahun silam. Kondisi ini menyebabkan wilayah apdeling Mandar dari ujung Paku hingga ke daratan Suremana sangat tertinggal,  terbelakang dan terisolir.

Hadirnya sosok AAS yang kala itu mendapat mandat mayoritas rakyat Sulbar, sebagai Gubernur pun langsung tancap gas untuk merubah kondisi ekonomi yang sangat terpuruk.

Kerja tak kenal lelah pun hanya butuh waktu lima tahun untuk menuntaskan permasalahan infrastruktur jalan nasional dari Paku hingga Suremana.

Seiring dengan itu, AAS pun turut membangun kawasan perkantoran di daerah Rangas yang dulunya hanya desa kecil dan cukup menyeramkan, kini menjadi kawasan strategis untuk pengembangan pemukiman perkotaan. 

“Yah, itulah sosok pemimipin visioner yang mempunyai suatu pandangan visi misi yang jelas dalam organisasi, pemimpin visioner sangat lah cerdas dalam megamati suatu kejadian di masa depan dan dapat menggambarkan visi misinya dengan jelas.

Dapat membangkitkan semangat para anggotanya dengan menggunakan motivasinya serta imajinasinya, untuk membuat suatu organisasi lebih hidup, menggerakan semua komponen yang ada dalam organisasi, agar organisasi dapat berkembang.

Kepemimpinan visioner memiliki ciri-ciri yang menggambarkan segala sikap dan perilakunya yang menunjukkan kepemimpinannya, yang berorientasi kepada pencapaian visi, jauh memandang ke depan dan terbiasa menghadapi segala tantangan dan resiko.

Tak bisa disangkali, AAS adalah pemimpin yang punya pandangan yang jelas terhadap suatu visi yang ingin di capai, agar organisasi yang dia masuki dapat berkembang. Sesuai dengan visi yang ingin di capai.

Sangat berani bertindak dalam meraih tujuan, penuh percaya diri, tidak peragu dan selalu siap menghadapi resiko.

Pada saat yang bersamaan, AAS pun menunjukkan perhitungan yang cermat, teliti dan akurat, dalam memperhitungkan kejadian yang dianggapnya penting.

“Pemimpin visioner mempunyai integritas yang sangatlah tinggi, maka AAS pun adalah sosok contoh kepemimpinan masa depan, serta dapat mengayomi para bawahanya dengan baik jika ada kesulitan. (*/Asr)
(Ketua dewan Etik Ikatan Jurnalis Sulbar : Acho Ahmad AH) 5 Februari 2018