MAMUJU, POROSSULBAR – Wakil Ketua Dprd Mamuju, Sugianto (Golkar), yang didampingi dua anggota Dprd Mamuju lainnya yakni Syamsuddin (PKS) dan Hafisah (Hanura), mengatakan di hadapan peserta aksi.

“bahwa dirinya secara pribadi menolak Revisi UU MD3 yang beberapa waktu lalu disahkan DPR RI, “tegasnya.

“Saat Aliansi Pemuda dan Mahasiswa pembela demokrasi melakukan Aksi di depan Kantor Drpd Mamuju. Selasa [20/2/2018].

Di mana peserta aksi meminta dan mendesak agar mencabut  Revisi UU MD3 yang di nilai membungkam demokrasi.

“Secara pribadi,  saya menolak Revisi UU MD3 tersebut, ada tiga pasal  yakni, pasal 73, pasal 122, dan pasal 245 Revisi UU MD3, di mana pada pasal 73 Revisi UU MD3 sendiri, telah disahkan baru baru ini.

Di dalam revisinya pada pasal 73, polisi diperbolehkan untuk menyandera selama 30 hari orang orang yang tidak mau datang ke DPR (tidak koperatif).

“Selanjutnya, dalam pasal 122 DPR melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), bisa memperkarakan orang orang yang di anggap merendahkan kehormatan DPR dan pribadi anggota DPR, dan saya secara pribadi, “terang Sugianto.

Aksi puluhan massa peserta unjuk rasa, memberi hadiah keranda mayat bertuliskan “Matinya Demokrasi” di hadapan wakil ketua Dprd Mamuju, Sugianto, yang di dampingi oleh Syamsuddin dan Hafisah, anggota Dprd lainnya. (*/Asr)