Sulbar Siap Berkompetisi Dalam Ajang FLS2N Tingkat Nasional di Aceh

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Kegiatan Lomba Seni Siswa tingkat SMK se-Sulawesi Barat yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov Sulawesi Barat bidang PSMK berlangsung semarak di Aula Wisma Malaqbi Mamuju, Selasa (24/7/2018).

Menurut Kabid PSMK, H. Juniar Djabbar, SE, M.Si dalam kegiatan FLS2N ini diikuti oleh 6 kabupaten. Dan 3 kabupaten yang akan mewakili sulbar berangkat ke Aceh untuk mengikuti lomba tingkat nasional yang akan berlangsung pada bulan Agustus nanti.

“Perwakilan yang akan berangkat ke tingkat nasional diantaranya;

1. Kab. Mamuju, untuk Lomba Teatrikal

2. Kab Polman, untuk Lomba Film Pendek, Tari Tradisional dan nyanyi Solo

3. Kab Mamasa, untuk Lomba Musik Tradisional dan Gitar Klasik

Lanjut dikatakan, Juniar menyampaikan bahwa dalam ajang Nasional nanti kami sangat mengharapkan kepada seluruh pendamping dan pelatih lomba yang akan mewakili Sulbar bisa mempersiapkan diri dan harus selalu menjaga agar para peserta yang akan tampil nanti tidak kekurangan ide dalam pementasan dan bisa menampilkan yang terbaik,” ucapnya

Selain itu, Juniar menambahkan bahwa peserta yang akan tampil di tingkat nasional agar lebih giat berlatih, sehingga nantinya bisa juara lagi seperti tahun 2016 lalu.

Maka dari itu, kami meminta kepada seluruh elemen yang terkait untuk selalu memberikan dukungan kepada peserta yang akan tampil di tingkat Nasional,” pungkasnya

Terkait dengan hal tersebut, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Prov Sulbar, Drs. Arifuddin M.Pd. dalam sambutan saat penutupan FLS2N mengatakan, bahwa dalam memainkan alat musik, harus dimainkan dengan penuh rasa dan irama agar pendengar bisa merasa terhibur.

Arifuddin juga menambahkan bahwa kemampuan dari peserta lomba yang akan mewakili prov sulbar sangat luar biasa.

“Saya sampaikan bahwa dalam menyonsong masa depan yang cerah dan lebih baik hanya orang-orang yang memiliki kreasi dan dimunculkan dalam menciptakan sesuatu hal yang baru,” tuturnya.

Kemudian kepada seluruh pendamping agar bisa membimbing pesertanya dan tetap berlatih secara rutin.

“Olehnya itu tetap bangun simponi kerja sama yang baik dan tanamkan nilai-nilai karakter budaya dan pembiasaan diri menjadi insan yang lebih baik,” tutupnya. (**)