Tak Kooperatif, Pejabat Pemprov Sulbar Positif Covid-19 Akan Dijemput Paksa

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Salah satu pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang dinyatakan positif Covid-19 hingga malam ini masih bertahan di rumah milik pribadinya di Jalan Bau Massepe Kabupaten Mamuju.

Walau beberapa kali dicoba dijemput oleh tim gugus Covid-19 hingga menempuh jalur persuasif yang melibatkan TNI – Polri, namun belum membuahkan hasil hingga saat ini.

Saat dikonfirmasi Muhammad Ali Rahman wakil sekretaris tim gugus Covid-19 Kabupaten Mamuju pihaknya juga menunggu informasi dari pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebab yang bersangkutan merupakan pejabat Pemerintah lingkup Pemprov Sulbar.

“Jadi saat ini kami bersama teman teman dari TNI – Polri untuk menunggu informasi dari provinsi karena kami disampaikan mereka akan bicarakan dulu,” ucapnya.

Namun Ali Rahman mengaku jika hingga malam ini tidak ada kejelasan dari pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat maka pihaknya selaku tim Gugus Covid-19 Kabupaten Mamuju akan melakukan penjemputan kepada yang bersangkutan.

“Jadi kalau sampai malam ini dan besok tidak ada kejelasan terpaksa kita menjemput apa boleh buat kami tidak mau tau apakah dia pejabat atau bukan,” sambungnya.

Ali Rahman mengaku pihaknya sudah melakukan upaya penjemputan dan memeriksa kondisi keluarganya pada siang hari (Minggu 12 April 2020) namun yang bersangkutan tidak koperatif. Terkait pilihan isolasi mandiri menurut sepengetahuan Ali Rahman SOP isolasi mandiri Tidak boleh ditemani pihak keluarga jadi pihaknya tidak bisa mengetahui apakah isolasi mandiri itu dilakukan sesuai SOP atau tidak.

“Yang menjadi keresahan masyarakat sekarang, inilah kami berupaya secara persuasif, melakukan pendekatan kami sudah lakukan tadi siang kemudian kami juga konfirmasi ke pihak Provinsi bagaimana tindakan selanjutnya, nah kalau seperti itu tidak ada jalan keluar ya terpaksa kami jemput apapun resikonya,” ucapnya.

Keberadaan pasien tersebut yang berada di wilayah Kabupaten Mamuju membuat tim gugus Kabupaten Mamuju harus berupaya semaksimal mungkin.

“Kami punya tanggung jawab, gugus Kabupaten kan ada di kami, kami berwewenang untuk melakukan protap pelaksanaan pasien Covid-19 ini, kemudian yang menjadi masalah sekarang ini adalah keresahan masyarakat, kenapa seakan akan ada pembiaran.

“Na tolonglah teman teman media bantu kami tim gugus Kabupaten untuk mengkomunikasikan ke pihak Provinsi karena yang bersangkutan inikan pejabat harus koperatiflah memberikan contoh,” tutupnya. (**)