Terkait Wartawan Dipukul, Kapolda Sulbar Tegaskan Tangani Secara Profesional

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Kasus penganiayaan yang dialami wartawan di Pasangkayu oleh oknum kepala desa Letawa minggu kemarin terus bergulir.

“Rudi Usman pewarta berdarah Bugis, Mandar, Kaili (Busmankail) ini, mengalami kekerasan pada selasa malam (19/11/19) sekitar pukul 23.30 WITA.

“Terkait hal ini, kasusnya sudah ditangani pihak Polres Matra dan telah berproses.

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, menegaskan kepada Polres Matra agar menangani kasus tersebut dengan ketentuan yang berlaku.

“Untuk penanganan kasus wartawan di Pasangkayu ini, saya sudah minta kepada Polres Matra agar betul-betul menanganinya dengan ketentuan yang berlaku,” beber Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda juga mengatakan bahwa sampai saat ini pihak Polres Matra telah memeriksa sejumlah saksi.

“Menurutnya, bagi siapa saja oknum kepala desa bila tidak terima dengan pemberitaan miring oleh wartawan, seharusnya di pakai Undang-undang Pers untuk gunakan Hak Jawab.

Dan saya sudah sampaikan kepada Kapolres Matra, agar menangani kasus ini secara profesional agar teman-teman wartawan merasa perlindungan hukum betul-betul ditegakkan,” tambahnya.

Hingga saat ini, Kapolda sulbar menegaskan bahwa Polres Matra sudah memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan.

“Jadi terkait kasus tersebut, pihak Polres Matra sudah memeriksa beberapa orang saksi, dan saya tegaskan agar menangani kasus ini secara profesional dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolda. (*Asr)