MAMUJU, POROSSULBAR – Pasca kebakaran yang menghanguskan Lima rumah warga dan tempat usaha yang terjadi Minggu (6/9) sekitar pukul 10.00 wita lalu di jalan Mangga, Kelurahan Binanga Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat membuat dinas terkait angkat bicara.

Kobaran api yang menghanguskan beberapa rumah tersebut berhasil di padamkan oleh Dinas satuan pamong praja dan pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju sekitar satu jam lamanya, sehingga api dapat di Padamkan.

Keberhasilan personil Damkar Mamuju ini dalam memadamkan api tersebut, harusnya mendapat acungan jempol, namun tetapi justru mendapat sorotan segelintir kalangan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Idhan khalid.SE selaku Kabid Damkar Mamuju angkat bicara terkait armada (mobil) Damkar yang kurang dan tidak layak lagi digunakan, serta dikatakan menggunakan seragam seadanya saat memadamkan api di jalan Mangga.

” Perlu saya luruskan terkait pasca kebarakan yang terjadi di jalan Mangga kemarin, armada Damkar sejak dari tahun ke tahun, sudah begini – begini terus dan bukan baru sekarang.

” Saya ini orang paling lama di Damkar sejak tahun 1992 mulai kerja di Damkar. Dan kalau di bilang tidak lengkap, semua Damkar begitu di seluruh Indonesia, hanya mungkin saja persepsinya orang beda – beda dalam menilai sesuatu, bahwa Damkar itu tidak lengkap,” ujar Idhan.

Dikatakan lagi, Kabid Damkar Mamuju juga menjelaskan bahwa Dinas Satpol PP memikili armada Tujuh unit mobil pemadam kebakaran, namun semuanya sudah berusia belasan hingga ada yang sudah puluhan tahun lamanya.

” Sampai saat ini, untuk armada yang siap itu ada Empat unit, Tiga armada penembak dan Satu armada tangki. Dan yang rusak itu ada Tiga unit, Dua penembak  Satu tangki. Jadi totalnya ada Tujuh unit keseluruhan.

Untuk anggaran pemeliharaan tetap ada, tetapi yang namanya barang sudah tua meskipun sering di poles akan tetap kembali rusak, sementara bila ingin membeli mobil pemadam yang baru itu sangat mahal harganya, Satu unit yang paling murah itu harga Rp 2 M, baju seragam anti api harganya Rp 15 juta per pasang di kali 100 orang personil sudah berapa memang, ditambah helm yang harganya Rp 1,5 juta per satu unit dan ditambah lagi peralatan yang lainnya sudah berapa memang totalnya, dan itu bukan menjadi kendala kami dalam bekerja, namun kami akan tetap melaksanakam tugas dengan peralatan seadanya yang siap,” tutup Idhan Khalid.

(En/***)