Viral Isu Bakso Kuah Daging Tikus, Kapolres Mateng : Ini Kelalaian Penjual

 

MATENG, POROSSULBAR – Polres Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), menggelar press conference terkait dugaan bakso berkuah daging tikus Ruman Makan (RM) SKB, Kecamatan Tobadak, Kab Mateng, Prov Sulbar, Senin (3/3/2020).

Kapolres Mateng, AKBP Muh Zakiy menjelaskan kejadian ini terjadi di rumah makan SKB.

“Adapun kronologinya pada hari minggu tanggal 1 Maret 2020 sekitar pukul 19:24 wita, lelaki berinisial MS bersama istrinya MY membeli satu porsi bakso di RM SKB.

Sesampai di rumah, MS akan menyantap bakso tersebut namun didapati sesuatu benda yang dicurigai sebuah ekor yang diduga ekor hewan tikus.

“Jadi dicurigai didalam bakso itu ada benda yang menyerupai ekor tikus pada kuah bakso, setelah mendapati benda tersebut pembeli tadi (MS) melaporkan langsung ke-Polsek Tobadak.

Setelah menerima laporan yunit reskrim Polsek Tobadak langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) RM SKB,” ungkap Muh Zakiy.

Tindakan yang dilakukan setelah mendapat laporan tadi,” kata Muh Zakiy, unit reskrim langsung melaksanakan pengecekan dandang yang diduga tercampur hewan tersebut (tikus). Setelah itu, pihak kepolisian mendapati dalam dandang itu berupa benda yang diduga seekor tikus yang sudah mati dan tidak utuh.

‘Jadi mungkin pengaruh panas jadi tidak utuh lagi atau sudah terurai, setelah itu petugas langsung mengambil sampel pentol bakso.

Setelah dilakukan pengecekan pada kuah bakso didapati benda yang mirip hewan tikus dan bulu-bulu tikus dari dalam dandang. Setelah dandang dibuka didapati daging hewan tikus yang sudah terurai (hancur) masih ada bulu-bulunya,” terangnya.

Lebih lanjut, AKBP Muh Zakiy menyatakan, setelah melakukan pemeriksaan pihaknya langsung mengecek rekaman cctv dapur milik RM SKB. Petugas melihat bahwa gerobak bakso terlihat tikus yang lagi bermain-main diatas gerobak.

Selanjutnya tikus tersebut turun kebawah mendekati dandang bakso, dimana saat tikus bermain tutup dandang bakso dalam keadaan tidak tertutup rapat (terbuka), sehingga tikus terindikasi masuk kedalam dandang kuah bakso.

“Fakta-fakta setelah melakukan pemeriksaan di RM SKB dibelakangnya terdapat semak belukar, jadi memang kurang bersih, kurang rapi dan kurang hiegenis kelihatannya jadi kemungkinan besar banyak hewan-hewan masuk di area dapur dan warung.

Jadi hasil dari rekamam cctv itu terindikasi bahwa di warung itu banyak berkeliaran hewan hewan (tikus),” terangnnya.

AKBP Muh Zakiy menambahkan dari pernyataan pemilik RM SKB bahwa itu memang warung bakso, namun tidak memproduksi daging secara langsung karena membeli pentol bakso pada salah satu penyedia bakso.

“Dia tidak membuat langsung pentol baksonya, dia pesan setelah di warung baru dibentuk bulat-bulatan itu. Jadi di warung ini tidak memproduksi bakso tetapi mendapatkan pasokan dari tempat lain dari penggilingan Topoyo,” sambungnya.

Atas kejadian ini, Kapolres Mateng AKBP Muh Zakiy menghimbau kepada masyarakat Mateng agar tidak membesar-besarkan permasalahan ini.

Dan selalu tetap menjaga keamanan, demi keberlangsungan perekonomian pedagang lainnya.

Ini tidak ada unsur kesengajaan, ini hanya kelalaian dari penjualnya yang kurang memperhatikan kebersihan warungnya,” kuncinya.

“Sementara pemilik warung makan SKB menyampaikan permintaan maafnya kepada semua masyarakat Kabupaten Mamuju Tengah terkait kasus ini dan mengakui bahwa ini terjadi bukan karena unsur kesengajaan. (**)

#Wenttry