WA Bupati Dikejutkan Soal Gizi Buruk di Botteng, Motivasi OPD Bertindak Cepat

 

MAMUJU, POROSSULBAR – Tepat pukul 11:24 Wita, salah satu group WA pejabat pemerintah daerah Kabupaten Mamuju dikejutkan dengan postingan foto dua orang bayi kembar yang terlihat menderita gizi buruk yang diunggah sendiri oleh Bupati Mamuju Habsi Wahid.

“Dibawah gambar bayi yang cukup memprihatikan itu tertulis pesan singkat bernada perintah untuk segera memantau keberadaan Bayi kembar tersebut.

Bahkan dengan nada tegas Bupati meminta kepada semua OPD terkait untuk tidak hanya melakukan pemantauan melainkan tindakan nyata.

Dikonfirmasi via telepon seluler, Habsi yang masih berada di Makassar dalam agenda pertemuan dengan seluruh pemegang saham Bank Sulselbar, Rabu (4/8/2019) mengatakan, dirinya sengaja meneruskan gambar yang diperolehnya dari masyarakat kepada OPD teknis untuk memotivasi agar segera dilakukan langkah nyata.

Sekarang jamannya sudah berubah kemajuan teknologi informasi semakin cepat, jadi kita harus manfaatkan kemajuan itu untuk dapat melihat kondisi masyarakat, tentu pula kita harus dapat memilah mana yang harus menunggu dan mana yang sifatnya darurat dan harus segera ditindak lanjuti,” pungkas Habsi.

Atas isi WA yang sebelumnya hanya diteruskan untuk dinas kesehatan itu mendapat reaksi cepat dari dinas kesehatan yang langsung terjun ke lapangan melihat kondisi anak kembar yang belakangan diketahui bernama Fauzan dan Fauzin yang berumur 3 bulan, anak dari pasangan Ahmad dan Suryani yang berdomisili di desa Botteng.

Dari informasi yang dihimpun, luputnya si kembar tersebut dari pantauan petugas kesehatan disebabkan kedua orang tuanya sebenarnya adalah warga Papalang yang baru beberapa waktu ini pindah ke Ganno desa Botteng.

Hal itu pula menyebabkan keluarga tersebut belum memiliki jaminan kesehatan BPJS, akibat belum adanya rujukan pindah domisili.

Kepala Dinas kesehatan Drg. Firmon mengatakan untuk langkah awal Fauzan dan Fauzin akan segera mendapat perawatan dari Dokter spesialis, selanjutnya akan dilakukan pemantauan perkembangannya oleh petugas kesehatan.

Merasa bertanggung jawab atas kondisi tersebut dan memahami kasus tersebut harus ditangani lintas sektor, beberapa OPD juga telah mengunjungi kediaman bayi malang tersebut, diantaranya Dinas ketahanan pangan yang memberi bantuan sembako sekaligus mengevaluasi persoalan pangan keluarga.

Sementara itu Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga bertandang dan membawa bantuan, tidak ketinggalan Tim penggerak PKK juga terpanggil atas kondisi sosial tersebut.

“Hal lain Dinas Sosial akan segera turun untuk melakukan kroscek atas jaminan sosial keluarga si kembar. (**)

#Hms.pemkab