MAMUJU TENGAH, POROSSULBAR – Sejumlah masyarakat di Desa Babana Kec. Budong-Budong Kab Mamuju Tengah meminta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polisi untuk segera melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait pengelolaan dana desa di daerah tersebut.

Hal ini disampaikan, dikarenakan selam Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 yang turun di desa mereka dinilai tidak ada transparansi penggunaan anggaran. Dikarenakan warga tidak pernah melihat adanya baliho perencanaan pembangunan yang dipasang di depan kantor desa.

Menurut, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, mangatakan selama desa kami dipimpin Muh.Rusli,S.Pd sebagai Pelaksans Tugas Desa yang juga menjabat sekcam. Alokasi dana desa tahun 2017, kami tidak pernah melihat adanya transparansi penggunaan ADD karena tidak ada baliho atau keterangan seperti di desa-desa lain.

Kami sebagai warga tidak pernah mengetahui apa saja yang dilakukan dengan anggaran tersebut. Pasalnya, selama ADD 2017 tidak pernah ada pemasangan baliho mengenai rencana penggunaan anggara tersebut,” katanya.

Menurutnya, sudah sepatutnya anggaran dana desa yang turun dan digunakan dipublikasikan, hali itu dimaksud agar tidak timbul kecurigaan oleh masyarakat desa soal penggunaan dana desa.

Masyarakat perlu tahu, apa saja yang dikerjakan dengan alokasi dana desa yang turun di desa kami,” tandasnya. (*rkytt*)