MAMUJU,POROSSULBAR – Peredaran pupuk palsu kembali terjadi di Mamuju, pupuk bantuan dari pemerintah dibagikan melalui Dinas Pertanian Sulbar ke Kelompok Tani diduga palsu.

Pupuk bersubsidi yang bantuan pemerintah kepada masyarakat melalui Dinas Pertanian Sulbar kini di duga menjadi ajang bisnis untuk mendapat keuntungan pribadi oleh oknum tertentu dan tentu saja institusi pemerintah akan menjadi kurang kepercayaan di kalangan masyarakat.

Salah satu kelompok tani di Mamuju yang menerima bantuan pupuk jenis NPK yang di salurkan oleh Dinas Pertanian Sulbar di duga palsu, pasalnya pupuk tersebut tidak seperti yang selama ini di gunakan oleh para petani melainkan pupuk tersebut tidak mempunyai reaksi saat di gunakan.

Ket.Foto: Pupuk Bantuan Pemerintah Yang Diduga Palsu.

“Saya heran pak, selama ini pupuk yang kami gunakan reaksinya sangat baik dan tanaman padi kami subur dan hasil panen yang memuaskan, tapi pupuk yang baru-baru ini kami pakai yang di bagikan oleh pemerintah justru sebaliknya, sebab pupuk tersebut sekitar enam bulan yang lalu kami pakai untuk padi, sampai sekarang masih juga utuh dan tidak hancur walaupun terkena air hujan, biasa pupuk yang kami pakai baru sekitar tiga hari bercampur dengan tanaman sudah hancur dan beberapa minggu kemudian tanaman sudah subur, tapi kali ini malah pupuknya awet pak, ini mungkin pupuk palsu pak,” kata salah satu ketua kelompok tani yang enggan di sebutkan namanya.

Menanggapi dugaan pupuk palsu tersebut, H.Hamsah, kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar tidak membenarkan dengan adanya dugaan pupuk palsu yang diberikan kepada para kelompok tani pupuk jenis npk.

“Justru kami dari Dinas pertanian yang akan duluan keberatan kalau pupuknya palsu, karena sebelum kontrak sudah di verifikasi dokumen maupun uji leb, bahkan pabrikannya langsung di tinjau  oleh yg tangani tehnis dan sangat sesuai semua, perlu di ketahui bahwa barang tersebut belum ada yg terbayar, sekarang sementara pemeriksaan pihak inspektorat Kementrian Pertanian, nanti hasil rekomendasi Irjen baru kami bisa bayar, jadi sekarang sama sekali tidak ada kerugian negara, jangan maki berteriak-teriak seperti itu, karena kami juga tdk mau kalau palsu,” terang Hamsah.

Lebih lanjut, ketua DPD LSM Tim Sembilan Provinsi Sulawesi Barat, Makarim, mengatakan akan menindak lanjuti dugaan pupuk palsu yang disalurkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar, yang saat ini masih menunggu hasil Lab pemeriksaan dugaan pupuk palsu itu.

“Kami tetap akan mengawal kasus dugaan Pupuk palsu tersebut sampai ke meja hijau, saat ini kami masih menunggu hasil uji Lab di Makassar, dan bila hasilnya betul-betul palsu, maka kami akan melangkah ke jalur hukum karena ini sudah sangat membodohi masyarakat dan hanya menguntungkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan cara korupsi,” tegas Makarim.

Laporan: DS