POROSSULBAR, MAMUJU TENGAH — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamuju Tengah terus menunjukkan komitmen kuat antara pengelola dapur gizi dan lembaga pendukungnya. Sinergi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Budong-Budong Babana dan Yayasan Bakti Anak Nusantara menjadi kunci dalam memastikan layanan pemenuhan gizi anak sekolah berjalan optimal dan berkelanjutan di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat.
SPPG Budong-Budong Babana yang berlokasi di Babana, Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, berperan sebagai pelaksana teknis di lapangan. Sementara itu, Yayasan Bakti Anak Nusantara menjalankan fungsi pembinaan kelembagaan, penguatan manajemen, serta dukungan operasional agar Program MBG dapat terlaksana sesuai standar yang ditetapkan.
Program MBG sendiri merupakan kebijakan prioritas nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional, dengan fokus utama pada pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak usia sekolah sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, SPPG Budong-Budong Babana mengelola seluruh proses teknis, mulai dari pengolahan makanan, pengawasan kebersihan dan keamanan pangan, hingga pendistribusian makanan ke satuan pendidikan. Menu yang disajikan disusun berdasarkan standar kebutuhan gizi anak sekolah agar asupan yang diberikan aman, sehat, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang peserta didik.
Saat ini, Program MBG yang dikelola SPPG
Budong-Budong Babana bersama Yayasan Bakti Anak Nusantara telah melayani sebanyak 2.299 penerima manfaat, yang seluruhnya merupakan peserta didik di berbagai satuan pendidikan. Adapun layanan untuk kelompok 3B (bayi, ibu menyusui, dan ibu hamil) belum dilaksanakan dan masih dalam tahap perencanaan pengembangan ke depan.
Kepala SPPG Budong-Budong Babana, Muhammad Fakhrizal, menyampaikan bahwa keberhasilan Program MBG tidak terlepas dari peran yayasan sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas layanan.
“SPPG fokus pada pelaksanaan teknis di dapur dan distribusi, sementara yayasan memastikan sistem, manajemen, dan keberlanjutan program berjalan dengan baik. Sinergi inilah yang membuat Program MBG bisa terus berjalan optimal,” ujarnya.
Ke depan, Yayasan Bakti Anak Nusantara dan SPPG Budong-Budong Babana menargetkan penguatan layanan melalui peningkatan kapasitas dapur gizi, penyempurnaan sistem distribusi, serta penguatan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan satuan pendidikan.
Selain penyaluran makanan bergizi, yayasan bersama SPPG juga mendorong edukasi gizi kepada pengelola dapur dan relawan.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang pola makan sehat sekaligus menjaga mutu dan keberlanjutan Program MBG di wilayah Babana.
Pelaksanaan Program MBG mendapat respons positif dari sekolah dan masyarakat. Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, program ini juga memberikan dampak sosial dan ekonomi dengan membuka lapangan kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Dengan kolaborasi yang seimbang antara Yayasan Bakti Anak Nusantara dan SPPG Budong-Budong Babana, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan generasi Mamuju Tengah yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.