POROSSULBAR, POLMAN — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Polewali Mandar terus diperkuat melalui sinergi antara Yayasan Putra Bahagia Darussalam MBG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Campalagian Lagi-Agi, serta mitra pendukung pelaksana program. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak usia sekolah di wilayah Campalagian dan sekitarnya.
Yayasan Putra Bahagia Darussalam MBG berperan dalam penguatan kelembagaan, manajemen, serta dukungan sistem program. Sementara itu, SPPG Campalagian Lagi-Agi menjadi ujung tombak operasional yang memastikan pengolahan dan pendistribusian makanan bergizi berjalan sesuai standar. Peran mitra pendukung turut memperkuat pelaksanaan program, baik dalam penyediaan bahan pangan, dukungan teknis, maupun kelancaran distribusi di lapangan.
SPPG Campalagian Lagi-Agi beralamat di Jalan Poros Majene–Mamuju, Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi bagi peserta didik.
Program MBG merupakan implementasi kebijakan prioritas nasional melalui Badan Gizi Nasional, yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia sejak dini.
Pelaksanaan Program MBG dijalankan secara terencana dan berkesinambungan. Seluruh tahapan, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian makanan, dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kebersihan, keamanan pangan, serta pemenuhan gizi seimbang. Penyusunan menu mengacu pada standar kebutuhan nutrisi agar asupan gizi yang diterima aman, optimal, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Saat ini, Program MBG yang dikelola melalui kolaborasi yayasan, SPPG, dan mitra pendukung telah melayani 2.578 penerima manfaat, yang seluruhnya merupakan peserta didik di satuan pendidikan. Adapun layanan MBG untuk kelompok 3B (bayi, ibu menyusui, dan ibu hamil) belum dilaksanakan dan direncanakan sebagai pengembangan program ke depan.
Kepala SPPG Campalagian Lagi-Agi, Aldi Pangeran Cahyadi, menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang terlibat.
“Program MBG bukan hanya soal pemenuhan makan harian, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak. Sinergi antara yayasan, SPPG, dan mitra menjadi kunci agar layanan berjalan profesional, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Yayasan Putra Bahagia Darussalam MBG bersama SPPG Campalagian Lagi-Agi dan mitra pendukung menargetkan penguatan layanan melalui peningkatan kapasitas dapur, penyempurnaan sistem distribusi, serta penguatan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait.
Selain penyaluran makanan bergizi, edukasi gizi kepada pengelola dapur dan relawan juga terus didorong untuk meningkatkan pemahaman tentang pola makan sehat serta menjaga keberlanjutan Program MBG.
Sinergi yayasan, SPPG, dan mitra ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pihak sekolah. Selain membantu pemenuhan gizi anak-anak, Program MBG juga dinilai memberikan dampak ekonomi dengan membuka lapangan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan Program MBG serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan generasi Polewali Mandar yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.