MAMASA – Berjuang di medan terjal dan akses terbatas, SPPG Mamasa Buntumalangka tetap hadir menggerakkan ekonomi desa sekaligus memastikan layanan gizi bagi ribuan penerima manfaat di wilayah pelosok Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Sejak resmi beroperasi pada 8 Desember 2025, SPPG yang berlokasi di Dusun Buntumalangka, Kecamatan Buntumalangka, ini tidak hanya berfungsi sebagai dapur gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Seluruh kebutuhan bahan baku diprioritaskan berasal dari UMKM, petani, dan peternak kecil setempat, sehingga roda perekonomian desa terus berputar.
Kepala SPPG Mamasa Buntumalangka, Ridwan, S.E, menegaskan bahwa keterlibatan pelaku lokal menjadi fondasi utama keberlanjutan program. “Kami menyerap bahan langsung dari petani dan UMKM sekitar. Ini bukan hanya soal pasokan, tetapi tentang keberpihakan pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dampak positif turut dirasakan melalui
terbukanya lapangan kerja baru. SPPG menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar, termasuk ibu rumah tangga, yang terlibat dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan bergizi. Dengan demikian, SPPG berperan sebagai simpul ekonomi dan sosial baru di wilayah terpencil.
Tantangan Medan dan Logistik Pelosok
Beroperasi di daerah pegunungan menghadirkan tantangan tersendiri. Perubahan kebutuhan bahan baku yang terjadi secara mendadak, terutama menjelang subuh, kerap membuat ketersediaan bahan di pasar lokal cepat menipis. Kondisi medan yang berat semakin memperumit distribusi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim SPPG mengambil langkah proaktif dengan menyediakan stok bahan baku melebihi perencanaan awal ahli gizi. Distribusi dilakukan menggunakan enam unit sepeda motor ber-boks dan dua unit mobil operasional, demi memastikan layanan tetap berjalan tepat waktu.
“SPPG di pelosok seperti kami harus bekerja ekstra. Medannya berat dan pelayanannya sangat menantang, tapi semua itu kami lakukan demi memastikan penerima manfaat tetap terlayani,” ujar Taufik, S.P, mitra lapangan.
Layani Ribuan Penerima Manfaat
Saat ini, SPPG Mamasa Buntumalangka melayani 2.495 penerima manfaat, yang terdiri dari 1.635 siswa, 91 ibu hamil, 206 ibu menyusui, 247 balita, serta 293 tenaga pendidik, yang tersebar di 37 sekolah dan 23 posyandu.
Pelayanan didukung tim profesional, meliputi Ahli Gizi Linsai Saroja, S.Gz, Akuntansi Semiwati, S.E, serta Asisten Lapangan Ray Paksi Gautama, di bawah pengelolaan Pallawa Lipu Grup.
Kehadiran SPPG Mamasa Buntumalangka menegaskan bahwa meski berada di ujung medan dan menghadapi keterbatasan infrastruktur, dapur gizi tetap mampu menjadi motor penggerak pembangunan—meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menghidupkan ekonomi desa di pelosok Mamasa.

Comment