News
Home » Berita » Kakanwil Kemenkum Sulbar Harap Analis Kebijakan Beri Peran Bermanfaat Bagi Masyarakat

Kakanwil Kemenkum Sulbar Harap Analis Kebijakan Beri Peran Bermanfaat Bagi Masyarakat

Mamuju – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan pentingnya peran Analis Kebijakan dalam mendukung proses perumusan kebijakan yang efektif, adaptif, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberadaan Analis Kebijakan menjadi elemen strategis dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan dan pelayanan publik.

“Analis Kebijakan memiliki peran penting dalam memastikan setiap kebijakan yang disusun didasarkan pada data, analisis yang komprehensif, serta kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi Analis Kebijakan perlu terus didorong agar mampu menghasilkan rekomendasi yang berkualitas dan berdampak,” ujar Saefur Rochim.

Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi pelaksanaan Policy Talks: Peran Strategis Analis Kebijakan dalam Penerapan Siklus Analis Kebijakan di Wilayah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memberikan penguatan terhadap peran strategis Analis Kebijakan dalam penerapan siklus kebijakan di wilayah. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, serta berbagi pengetahuan di antara para Analis Kebijakan, khususnya yang berada dalam lingkup Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi, Johnson Siagian, menyampaikan bahwa Analis Kebijakan dituntut untuk mampu melakukan pendekatan yang kontekstual dalam merumuskan rekomendasi kebijakan. Dengan pendekatan tersebut, kebijakan yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kakanwil Kemenkum Sulbar Sebut PPNS Sebagai Instrumen Penting Penegakan KI

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah diskusi yang produktif dalam memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi Analis Kebijakan, sekaligus memperluas wawasan melalui pertukaran gagasan dan pengalaman antarpegawai yang menjalankan fungsi analisis kebijakan.

Pada sesi materi, akademisi Universitas Jambi, Arfai, menjelaskan bahwa masalah publik memiliki sejumlah karakteristik yang perlu dipahami oleh para perumus kebijakan. Karakteristik tersebut meliputi adanya saling ketergantungan (interdependence), unsur subjektivitas dalam memandang masalah kebijakan, serta dinamika yang terus berkembang seiring perubahan kondisi sosial dan lingkungan strategis.

Menurutnya, masalah publik dapat dipahami sebagai kondisi ketika kebutuhan, nilai, atau kesempatan yang diharapkan masyarakat belum terpenuhi, sementara penyelesaiannya memerlukan intervensi melalui kebijakan pemerintah yang tepat dan terukur.

Sementara itu, Farah Annisa Harahap, Analis Kebijakan Ahli Pertama pada Badan Strategi Kebijakan Hukum, memaparkan mengenai penyusunan policy brief sebagai salah satu instrumen penting dalam proses pengambilan keputusan. Ia menjelaskan bahwa policy brief merupakan dokumen singkat yang memuat permasalahan kebijakan, dampak yang ditimbulkan, alternatif solusi yang dapat dilakukan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam implementasinya.

“Tujuan utama policy brief adalah membantu para pengambil keputusan untuk bertindak secara cepat, tepat, dan berbasis bukti,” jelas Farah.

Hadapi Evaluasi AKIP, Kakanwil Kemenkum Sulbar Tekankan Penguatan SAKIP

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa policy brief yang baik harus disusun secara sistematis dan memuat beberapa komponen utama, yaitu judul, ringkasan eksekutif, pendahuluan, deskripsi masalah, rekomendasi kebijakan, serta referensi pendukung yang relevan.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Sulawesi Barat berharap para Analis Kebijakan dapat terus meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya dalam mendukung proses perumusan kebijakan yang berkualitas. Penguatan peran Analis Kebijakan diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *