MAMUJU, POROSSULBAR – Debat publik pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Mamuju putaran terakhir berlangsung cukup menarik.

Bahkan, ada pernyataan yang mencengangkan dan mengundang tanya warga, yang dilayangkan dari Cawabup Nomor urut 1, Ado Mas’ud.

Dalam Debat, panelis mempertanyakan kepada kedua Paslon Bupati Mamuju yaitu terkait radikalisme, terorisme dan sikap intoleransi dalam kehidupan bernegara semakin merebak.

Bahkan diduga, beberapa ASN terpapar sikap radikalisme. Bagaimana cara mengantisipasi gerakan tersebut, agar tidak sampai menyebar ke pemerintah di Kabupaten Mamuju nantinya.

Ado Mas’ud yang menjawab pertanyaan tersebut mengatakan, Radikalisme di tingkat ASN terjadi karena adanya faktor kekecewaan ASN. ASN dinilai cederung radikalisme, karena struktur ASN banyak di utak – atik Petahana.

“Salah satu faktor yang menyebabkan adanya pikiran radikalisme di ASN, adalah karena adanya kekecewaan. Saat ini, keluarga dekat bapak, mengisi jabatan strategis pemerintahan.

“Ternyata menurut kami, ini akan bisa menimbulkan kekecewaan dan menimbulkan pola pikir radikalisme ASN,” ucap Ado.

Sementara itu, Habsi-Irwan saat diberi kesempatan menjawab pertanyaan tersebut langsung menjelaskan sesuai yang telah dilakukannya selama lima tahun terakhir yakni mengantisipasinya dengan terus mempermantap Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan mengedukasi dengan kegiatan – kegiatan keagamaan.

Bahkan program sahabat rakyat sebagai salah satu program sebagai upaya membangun komunikasi dengan sejumlah suku dan etnis dan kalangan.

“Semua telah kami lakukan sejak lima tahun kepemimpinan kami,” ujar Habsi Wahid.

Juru Kampanye Habsi-Irwan, DR.Amran HB menganggap, Ado Mas’ud gagal paham terkait pertanyaan dari panelis tentang Radikalisme di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam debat Publik season 2 Pilkada Mamuju yang diselenggarakan KPU, Rabu (2/12).

“Saya kira perilaku kekecewaan ASN, bukan bagian dari Radikalisme, seperti yang di maksudkan dalam pertanyaan. Ini ASN bisa marah ini. Bahkan, saya melihat Pak Ado Gagal Nalar terkait masalah tersebut,” ujar Amran. (**)