MAMUJU, POROSSULBAR – Issu persoalan pembentukan Kota Madya Mamuju semakin jelas, bahwa tidak lama lagi Kota Madya akan segera terbentuk di Mamuju.

Seperti yang diungkapkan salah satu anggota DPD RI dapil Sulawesi Barat H. Almalik Pababari usai menggelar temu Konstituen yang dikemas dengan acara buka puasa bersama di Kantor DPD RI Perwakilan Sulawesi Barat. Sabtu (24/4/2021).

H. Almalik Pababari yang berada di Komite I DPD RI yang membidangi pemerintahan, menyangkut masalah pemekaran, penggabungan dan penghapusan mengungkapkan bahwa untuk Kota Madya Provinsi Sulawesi Barat ditempatkan di Mamuju. Dan sementara dalam tahap pengurusan dan tidak akan lama lagi segera terbentuk di Mamuju.

“Kita sudah berjuang sejak dua tahun yang lalu, sebelum pandemi Covid-19 berkas sudah diserahkan sudah lengkap dan kendala waktu itu adalah tata ruang kota Mamuju yang belum ada akan tetapi sekarang kan sudah ada dan kita mencoba lagi mengajukan dan kini terkendala di pendanaan.

Dijelaskan juga bahwa untuk batas-batas wilayah yang direncanakan penempatan Kota Madya itu berada di Mamuju, dengan batas mulai dari Kalukku, Mamuju, Tappalang, Tapalang Barat, Simboro. Dan Kabupaten Mamuju mulai dari Papalang, Kalumpang, Bonehau, Tommo dan Sampaga.

“Untuk pembentukan Kota Madya akan ditempatkan di Mamuju. Jadi secara otomatis Kabupaten akan bergeser dan sudah kita usulkan di pusat untuk dipercepat,” jelas Almalik Pababari.

Perlu kami jelaskan juga bahwa Kota Madya ini sebenarnya bukanlah pemekaran, akan tetapi itu adalah tuntutan undang-undang dan harus dipenuhi.

Saat ini kita berada pada dua pilihan, apakah berubah nama ataukah terpisah, dan sementara kami godok akan terpisah antara Kota Madya dan Kabupaten.

“Saya menyampaikan kepada masyarakat bahwa target kami di DPD RI, dalam waktu dekat pembentukan Kota Madya Akan segera terlaksana,” pungkasnya. (**)