MAMUJU, POROSSULBAR – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) kabupaten Mamuju mandek dan belum ada kejelasan waktu untuk ditetapkan dan disahkan.

Hal tersebut sontak membuat sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mamuju kecewa saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) di ruang aspirasi kantor DPRD Mamuju, Kamis (8/10/2020).

“RDP dipimpin Ketua DPRD Mamuju, Azwar Anshari Habsi bersama 10 orang anggota DPRD kabupaten Mamuju lainnya.

Ketua DPRD Mamuju dalam RDP kali ini mengatakan, RDP ini diagendakan untuk mendengar penjelasan TAPD terkait APBD-P kabupaten Mamuju dan tanggapan para anggota Dewan.

“Kita menggelar Rapat Dengar Pendapat ini, agar kita bisa tahu apa alasan Tim TAPD, sehingga APBD-P kita lambat di asistensi,” ujar Azwar Anshari.

Didepan para anggota DPRD Mamuju, Tim TAPD kemudian memaparkan, bahwa hasil APBD-P Mamuju lambat dikarenakan susahnya bertemu Gubernur Sulbar.

Menanggapi penjelasan Tim TAPD, Mervie Parasan langsung mencak-mencak. Mervie menganggap DPRD Mamuju dipermainkan dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal.

Harusnya APBD-P kita ini sesuai jadwal bisa cepat, tapi entah mengapa kita diperlambat dengan alasan Tim TAPD sangat sulit bertemu dengan Gubernur Sulbar,” ujar Mervie.

“Jangan karena alasan susah ketemu Gubernur, sehingga APBD Perubahan kita diperlambat. Kasihan masyarakat Mamuju,” pungkasnya. (Rg/**)