MAMUJU, POROSSULBAR – Pasca gempa bumi magnitudo berkekuatan cukup besar mengguncang daerah Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat dalam 2 hari secara berturut-turut.

Gempa pertama terjadi pada hari Kamis (14/1/2021) pukul 14.45 WITA dengan kekuatan M 5,9. Gempa dengan kekuatan lebih besar kembali terjadi keesokan harinya, yakni pada Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 02.28 WITA dengan kekuatan 6,2 Magnitudo.

Terkonfirmasi, Anwar Adnan Saleh (AAS), Tokoh Pembangunan yang juga Mantan Gubernur Sulbar menyampaikan Belasungkawa dan Duka yang mendalam atas musibah yang melanda Provinsi Sulawesi Barat, khususnya warga Kabupaten Mamuju dan Majene.

“Saya sempat ke Mamuju menjenguk Ibu (Wakil Gubernur Sulbar), karena kepalanya terkena reruntuhan bangunan Rujab waktu terjadi Gempa. Selama Lima hari saya keliling bagikan bantuan makanan dan lain-lain.

“Saya bawa Ibu ke Jakarta untuk berobat dulu dan rencana akan segera balik ke Sulbar mungkin minggu depan,” ucap Anwar, saat di konfirmasi melalui via WhatsApp Sabtu 30/01/21 di Jakarta.

Mantan Gubernur Sulbar Dua Periode itu, mengungkapkan bahwa saat ini Sulawesi Barat mendapat cobaan besar bagi Pimpinan Daerah, sekaligus bagaimana segera berpikir cerdas dan cepat untuk membangun kembali sarana dan prasarana pemerintahan yang rusak/hancur akibat gempa, sehingga jalannya pemerintahan/pembangunan dan pelayanan publik tetap bisa berjalan.

“Ini butuh kemampuan Pemprov meloby ke Pemerintah Pusat, walau tidak mudah karena keuangan negara juga tergerus untuk penanganan Covid-19 dan recoveri ekonomi nasional.

Tapi apapun alasannya, Pemprov (Gubernur) harus segera bersikap untuk berkoordinasi dan menetapkan skala prioritas pasca gempa dengan langkah cepat dan cerdas untuk Sulbar,” tutup Bapak Pembangunan Sulbar itu. (**)