MAMUJU, porossulbar. com. — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan SIPAKADA Media sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan insan pers dalam mendiseminasikan perkembangan ekonomi terkini di daerah, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini memaparkan kondisi ekonomi nasional dan daerah, perkembangan inflasi, stabilitas sistem keuangan, serta langkah strategis Bank Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi di Sulawesi Barat.
Dalam paparannya, Bank Indonesia menyampaikan bahwa ekonomi Sulawesi Barat pada tahun 2026 diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,0–6,1 persen, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan nasional. Pertumbuhan tersebut masih ditopang sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, meski beberapa sektor diperkirakan mengalami perlambatan akibat risiko penurunan produksi sawit seiring program replanting.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga menyoroti perkembangan inflasi yang masih menjadi perhatian. Hingga Januari 2026, inflasi Sulawesi Barat tercatat 4,34 persen (year on year), atau berada di atas target inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen. Kondisi ini dipengaruhi terutama oleh tekanan harga pada kelompok pangan dan komoditas bergejolak (volatile food).
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif.
Upaya tersebut meliputi optimalisasi Gerakan Pangan Murah dengan target penyelenggaraan lebih dari 100 kali sepanjang tahun, pemberian subsidi ongkos angkut, pengawasan distribusi pangan di pasar, serta penguatan kerja sama pasokan antar daerah.
Selain itu, penguatan komunikasi publik juga dilakukan melalui program Gerakan Bersama Jaga Inflasi (GERAI), termasuk kampanye belanja bijak dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga.
Dalam kegiatan ini, Bank Indonesia menegaskan peran strategis media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi ekonomi secara akurat dan edukatif kepada masyarakat, sehingga dapat mendukung stabilitas harga serta menjaga optimisme terhadap perekonomian daerah.
Melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan media, diharapkan stabilitas inflasi dapat terjaga dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat tetap berkelanjutan di tengah tantangan yang ada.

Comment