POROSSULBAR, Mamasa — Komitmen dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan kelompok rentan di wilayah pelosok terus ditunjukkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Buntumalangka melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beroperasi di Dusun Buntumalangka, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa, SPPG ini berada di bawah pengelolaan Yayasan Pallawa Lipu Grup dan menjadi garda terdepan dalam mendukung program prioritas nasional di bidang pemenuhan gizi.

“Distribusi Menantang, Komitmen Tetap Dijaga”
Sebagai wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau, pelaksanaan Program MBG di Mamasa menghadapi tantangan tersendiri, khususnya dalam proses distribusi bahan pangan dan makanan siap saji. Untuk menjangkau para penerima manfaat, SPPG Mamasa Buntumalangka mengoperasikan 6 unit sepeda motor box serta 2 unit mobil operasional.
Pengelola SPPG menyampaikan bahwa kondisi medan dan jarak tempuh yang cukup jauh menuntut kesiapan ekstra dalam memastikan distribusi makanan bergizi tetap berjalan lancar setiap hari. Berbagai langkah antisipatif dilakukan agar pelayanan kepada penerima manfaat tidak terganggu.
“Wilayah kami berada di pelosok dengan tantangan geografis yang cukup berat. Karena itu, kami selalu menyiapkan langkah antisipasi agar distribusi tetap aman dan pelayanan kepada anak-anak serta kelompok rentan tetap terjaga,” ungkap pihak SPPG.

Langkah tersebut dilakukan demi memastikan tidak ada anak dan kelompok rentan yang kehilangan haknya atas asupan gizi harian.
Dukung Anak dan Kelompok Rentan (3B)
Program MBG yang dijalankan SPPG Mamasa Buntumalangka menyasar peserta didik serta kelompok rentan (3B) di wilayah Kecamatan Buntumalangka. Setiap proses, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian makanan, dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan, keamanan pangan, serta prinsip gizi seimbang.
Menu yang disajikan dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan konsentrasi belajar, serta memperkuat daya tahan tubuh sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di Kabupaten Mamasa.
“Komitmen Jangka Panjang untuk Generasi Mamasa”
Kepala SPPG Mamasa Buntumalangka, Ridwan, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjalankan Program MBG secara optimal meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Melalui Program MBG, kami ingin memastikan anak-anak dan kelompok rentan di Buntumalangka mendapatkan asupan gizi yang layak. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Mamasa yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Selain penyaluran makanan bergizi, SPPG Mamasa Buntumalangka juga aktif mendorong edukasi gizi kepada masyarakat, pengelola dapur, serta para relawan. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan program pemenuhan gizi nasional.
Harapan Perluasan Manfaat
Program MBG yang dijalankan SPPG Mamasa Buntumalangka mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadirannya dinilai sangat membantu keluarga, khususnya dalam pemenuhan gizi anak dengan kualitas makanan yang terjamin dan terstandar.
Ke depan, SPPG Mamasa Buntumalangka berharap sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar jangkauan penerima manfaat semakin luas dan cita-cita melahirkan generasi Mamasa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing dapat terwujud.