News
Home » Berita » Desa Jengeng Raya Mengenang Puang Salim Sayyid Mengga, Wakil Gubernur yang Hidup di Tengah Rakyat

Desa Jengeng Raya Mengenang Puang Salim Sayyid Mengga, Wakil Gubernur yang Hidup di Tengah Rakyat

Porossulbar -Pasangkayu– Duka mendalam menyelimuti Desa Jengeng Raya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu. Masyarakat desa ini kehilangan sosok yang selama ini mereka anggap bukan sekadar pejabat, melainkan pelindung dan peneguh nurani: Mayor Jenderal TNI (Purn.) Salim Sayyid Mengga, Wakil Gubernur Sulawesi Barat masa jabatan 2025–2030.

 

Puang Salim dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 31 Januari 2026, di Rumah Sakit Siloam Makassar. Kepergiannya tidak hanya dirasakan di lingkup pemerintahan provinsi, tetapi juga menorehkan kehilangan mendalam bagi masyarakat desa yang pernah ia dampingi dan bela.

 

Bagi warga Jengeng Raya, Puang Salim bukan sekadar Mayor Jenderal TNI purnawirawan atau Wakil Gubernur. Ia hadir sebagai sosok yang membaur tanpa jarak, mendengar tanpa protokoler, dan berdiri bersama rakyat kecil ketika hak-hak mereka terancam.

Kemenkum Sulbar Komitmen Beri Pemahaman Hukum Kepada Masyarakat  

 

“Beliau berdiri bukan untuk ditakuti, tetapi untuk melindungi,” ujar Kepala Desa Jengeng Raya, Abdul Rahim. Menurutnya, keberanian Puang Salim tidak lahir dari pangkat atau jabatan, melainkan dari komitmennya pada kebenaran dan keadilan.

 

Dalam keseharian, almarhum dikenal memanusiakan manusia. Kejujurannya tak berseragam, integritasnya tak berjarak. Nilai agama yang diyakininya tercermin dalam laku—membela yang lemah tanpa takut, bersuara saat banyak memilih diam, dan mengingatkan masyarakat agar tidak menyerahkan haknya begitu saja.

 

Dorong Kemandirian Fiskal Daerah, Komisi III DPRD Sulbar Evaluasi PAD dan Retribusi

Sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Puang Salim membawa suara desa ke ruang pemerintahan. Ia memahami bahwa kebijakan publik harus berangkat dari realitas masyarakat paling bawah.

 

Hubungannya dengan desa-desa, termasuk Jengeng Raya, bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan ikatan emosional yang tumbuh dari kepercayaan.

 

Salah satu amanah Puang Salim yang terus dipegang warga adalah pesannya:

Pemprov dan BGN Perkuat Sinergi Jaga Gizi Anak dan Ibu

 

“Pertahankan hakmu, jika tidak, mereka akan mengambilnya.” Pesan itu kini menjadi komitmen moral masyarakat Jengeng Raya untuk terus menjaga martabat dan keberanian.

 

“Kami yakin beliau kini berada dalam pelukan Allah SWT, tenang dan mulia, sebagaimana hidupnya di dunia,” tutur Abdul Rahim.

 

Puang Salim Sayyid Mengga telah berpulang. Pemerintahan kehilangan seorang Wakil Gubernur, dan Desa Jengeng Raya kehilangan seorang pelindung dan panutan. Namun nilai-nilai yang ia tinggalkan akan terus hidup—di kebijakan, di desa, dan di hati rakyat yang pernah ia bela.

 

Al-Fatihah untuk almarhum. 🤲

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *