MAMUJU, POROSSULBAR – DPRD Sulbar melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama Pemprov Sulbar untuk membahas percepatan pemulihan pasca bencana gempa magnitudo berkekuatan 6,2 SR di Majene dan Mamuju.

Kondisi gedung DPRD Sulbar yang tidak memungkinkan untuk menggelar rapat, maka Rakor kali ini diadakan disalah satu Warkop di kota Mamuju, Senin (25/1/2021).

Rakor ini diikuti unsur pimpinan DPRD Sulbar, diantaranya Siti Suraidah Suhardi, Usman Suhuriah, Muhammad Jayadi, bersama Tim TPAD Pemprov Sulbar yang diwakili Sekprov Muhammad Idris dan beberapa pimpinan OPD terkait.

Muhammad Jayadi, ketua fraksi partai NasDem DPRD Sulbar mendorong percepatan pemulihan pasca gempa. Dan meminta agar pemprov segera mengambil langkah konkrit untuk menyikapi kondisi saat ini.

“Tentu sebagai anggota DPRD, mendorong lembaga DPRD ini melakukan percepatan pemulihan pembangunan.

“Gedung-gedung kita boleh hancur, tapi sistim dan semangat berpemerintahan daerah. Ini kita harus tanggung jawab tetap berjalan,” ungkap Jayadi, via telepon Minggu (25/1).

Dibutuhkan langkah-langkah konkrit yang secepatnya ini bisa nyata dimasyarakat, terutama bagi posko-posko pengungsi. Ini menjadi atensi kita agar ada langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” sebutnya.

Selaku ketua fraksi NasDem bersama anggota DPRD lainnya bersepakat mendorong bahwa perlu juga dipikirkan alternatif bagi warga pengungsi yang rumahnya rusak berat dan tidak layak huni, agar disiapkan pemerintah semacam realokasi rumah semi permanen untuk ditinggali sementara.

“Karena mengingat situasi tanggap darurat yang tadinya ditetapkan sampai tanggal 28 Januari 2020, kemudian ditambah lagi dua minggu kedepan. Dan dampaknya ini kepada warga pengungsi yang hanya tidur dibawah tenda dan beralaskan tikar, dengan cuaca ekstrim saat sekarang. Ini juga perlu dipikirkan pemerintah,” pungkas Jayadi, ketua fraksi NasDem ini.

Lanjutnya, fraksi NasDem juga mendorong politik anggaran untuk mempercepat pemulihan pembangunan pasca gempa Majene-Mamuju ini.

“Kami akan menjadwal rapat koordinasi kembali dengan pihak gubernur dan jajarannya, Demikian pula untuk memenuhi semua kebutuhan dalam penanganan bencana, mengenai kebijakan tambahan lewat lembaga DPRD harusnya dijalankan secepatnya,” kata Jayadi.

Data yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan 90 orang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju ini.

Dari 90 korban meninggal sebanyak 79 orang di Mamuju dan 11 orang di Majene. Korban luka berat sebanyak 12 orang, 200 orang luka sedang, dan 425 orang luka ringan. (As/**)