MAMUJU, POROSSULBAR – Debat publik putaran pertama pasangan calon bupati dan wakil bupati Pilkada Kabupaten Mamuju urut 01, Sutinah – Ado Masud dan urut 02, Habsi Wahid – Irwan SP Pababari di Ballroom hotel di kota Mamuju, Sabtu (31/10/2020).

Memunculkan ide-ide dan gagasan, serta pemaparan visi – misi, program prioritas masing-masing Paslon 5 tahun kedepan.

Menurut Habsi-Irwan kepada sejumlah awak media saat usai debat, ia mengatakan bahwa apa yang dipersoalkan paslon nomor urut 1 tadi, sesungguhnya bukan dalam konteks visi misi mereka.

Akan tetapi, banyak pertanyaan-pertanyaan yang justru mengarahkan apa sesungguhnya kelemahan-kelemahan yang kami (Habsi-Irwan.red) lakukan dalam 5 tahun terakhir.

“Kalau kita bicara visi, sesungguhnya apa sih yang akan kita lakukan 5 tahun kedepan, justru bukan kita mencari kesalahan 5 tahun kebelakang,” ungkap Habsi.

“Sehingga ini, perlu menjadi suatu perbaikan buat mereka supaya buatlah visi itu yang betul-betul konstruktif, visioner untuk membangun Mamuju 5 tahun kedepan,” pungkasnya.

Pembangunan ini harus berjalan secara pararel, makanya kita didalam membangun Mamuju ini sebagai daerah yang terbuka, harus ada kesan yang ditimbulkan Mamuju sebagai ibukota provinsi, sehingga pembangunan itu dilakukan di kota, tapi juga tidak mengesampingkan pembangunan yang ada di desa.

“Bukan berarti dengan adanya pembangunan Manakarra Tower di kota, pembangunan – pembangunan jalan di desa tidak ada, makanya perlu pikiran-pikiran konstruktif untuk membangun Mamuju ini,” katanya.

Oleh karenanya, visi saya kedepan didalam tantangan itu, satu sebagai ibu kota provinsi, satu sebagai daerah penyangga ibukota negara nanti. Maka itu perlu kita pikirkan, supaya Mamuju ini mampu merebut peluang-peluang itu.

“Bukan hanya kita bicara menyangkut masalah aset, kapal feri dan lainnya, akan tetapi kita harus bicara apa sesungguhnya yang akan kita capai 5 tahun kedepan, itu baru namanya visi – misi,” tutup Habsi. (As//**)