MAMUJU, POROSSULBAR – Sidang lanjutan kasus dugaan penggunaan Ijazah Palsu yang diajukan oleh pihak pemohon ke Bawaslu Mamuju, dengan menghadirkan saksi ahli. Semakin memperkuat kecurigaan dari kuasa hukum dari pemohon, Rabu (7/10).

Sidang lanjutan gugatan penggunaan ijazah palsu oleh calon wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud yang dihadiri oleh kuasa hukum pemohon, termohon dan pihak terkait bersama Majelis Bawaslu Mamuju mendengarkan keterangan dari saksi ahli bidang hukum siber.

Usai mengikuti sidang dan mendengarkan keterangan saksi ahli, kuasa hukum pemohon Akriadi, SH. Kepada media mengatakan bahwa kaitan dengan penggunaan ijazah palsu, pihaknya sudah mendengar dari keterangan saksi ahli.

“Jadi sudah sangat jelas, terkait persoalan penggunaan ijazah yang sudah disinkronkan dengan forlap dikti, menurut saksi ahli bahwa data itu tidak valid.

“Kita sama-sama sudah mendengarkan keterangan ahli, bahwa data Ijazah dari Ado Mas,ud tidak valid,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan aturan Permenristekdikti sudah jelas di No.61 tahun 2016, semua data yang ada dalam forlap dikti, sudah ketentuan secara Nasional.

“Makanya membuktikan bahwa di pasal 18 juga dikatakan, bahwa data yang ada di forlap dikti itu satu-satunya acuan. Dan seharusnya KPU dalam mengambil keputusan mengenai masalah persyaratan dokumen calon, seharusnya di verifikasi lewat forlap dikti, karena itu menjadi satu basis data.

“Pemerintah melalui Kemenristekdikti sudah memfasilitasi yang namanya penginputan data mahasiswa di forlap, yaitu sebagai alat verifikasi data kemahasiswaan. Apakah mahasiswa tersebut betul-betul sudah melalui prosedur yang baik atau tidak.

“Nah, kalaupun data ada dalam forlap dikti itu harus lengkap, karena jelas sudah diatur dalam Permenristekdikti No.61 tahun 2016, data yang bisa dikatakan valid apa bila data itu semuanya lengkap dalam forlap dikti,” tandas Akriadi. (Irw/**)