MAMUJU, POROSSULBAR – Legislator NasDem, Muhammad Jayadi dari dapil Mamuju DPRD Sulbar kembali menggelar reses di kecamatan Mamuju. Kali ini, ia menyerap aspirasi masyarakat mamuju, tepatnya di kelurahan Binanga, Mamuju, Sabtu (5/6/2021).

Berbagai aspirasi masyarakat setempat di terima wakil ketua komisi IV DPRD Sulbar dari Fraksi NasDem ini. Diantaranya mendorong minat petani muda, mengawal segala bantuan pasca gempa, penertiban dan keseragaman PKL sepanjang anjungan pantai manakarra serta mendorong sekolah tatap muka secepatnya bagi peserta didik.

Mewakili masyarakat petani dari desa Bambu, Purnomo menyampaikan beberapa masukan, diantaranya mendorong partai NasDem untuk mengambil peran, bagaimana menciptakan minat petani muda di daerah.

“Selama ini kita ketahui bersama, rata-rata petani kita orang-orang tua, bagaimana pertanian ini diminati dan digeluti juga oleh anak muda sebagai pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Zainuddin, tokoh masyarakat Mamunyu meminta agar DPRD mengawal ketat segala bantuan yang masuk pasca gempa.

“Kondisi terakhir pasca gempa yang mana sampai saat ini hanya di janji janji saja terkait bantuan, adakah solusi atau jalan keluar,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat, H Taufan, menjelaskan bahwa di bidang Disperindag prov sulbar belum kelihatan apa yang sudah dilakukan pasca gempa di sulbar ini.

Terkait hal ini, saya mohon Disperindag supaya turun memberikan bantuan berupa tenda dan lainnya, untuk menertibkan dan keseragaman pedagang kaki lima sepanjang anjungan pantai manakarra di mamuju.

“Tolong ditertibkan dan dirapikan PKL yang ada di sepanjang anjungan pantai manakarra ini, tenda-tendanya sudah tua dan banyak yang bocor-bocor,” pungkas Taufan.

Jayadi menegaskan akan terus memperjuangkan serta mengawal aspirasi-aspirasi dari masyarakat ini di DPRD, karena tugas dan fungsi DPRD itu adalah tugas legislasi, merumuskan kebijakan anggaran serta pengawasan.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat yang dengan lantang menyuarakan masukannya, makanya masukan-masukan tadi akan kami perjuangkan dan kawal,” pungkas Jayadi. (As/)