Mamuju, 22 Desember 2025 – Kepala Bidang Pelayanan AHU, Wardi mewakili Kakanwil Kemenkum Sulbar, Sunu Tedy Maranto bersama Mardiana selaku penyuluh hukum yang mewakili Ketua DWP Kanwil Kemenkum Sulbar menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan peringatan hari Ibu Tahun 2025 tingkat provinsi Sulawesi Barat.
Pelaksanaan kegiatan itu juga dihadiri oleh perwakilan DWP Forkopimda dan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Barat serta para Ketua Organisasi Perempuan yang ada di Kabupaten Mamuju.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menegaskan bahwa peran perempuan Indonesia telah terbukti sejak masa perjuangan hingga masa pembangunan.
“Sejarah membuktikan, pada 22 Desember 1927 perempuan Indonesia telah membentuk Perkumpulan Perempuan Indonesia untuk perjuangan. Dalam mengisi kemerdekaan, perempuan Indonesia juga telah membuktikan perannya, ada yang menjadi presiden, pimpinan lembaga tinggi negara, menteri, gubernur, bupati, hingga pengusaha,” ujarnya
Ia menambahkan, kontribusi perempuan juga terlihat di berbagai bidang sosial lainnya, seperti akademisi, pendidik, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga pegiat sosial. Hal tersebut membuktikan bahwa perempuan Indonesia sejajar dengan laki-laki dalam berbagai lini kehidupan.
Namun demikian, Gubernur menekankan bahwa peran perempuan sebagai ibu merupakan peran yang tidak tergantikan.
“Kalau presiden, gubernur, atau pejabat bisa digantikan oleh laki-laki, tetapi peran seorang ibu tidak bisa tergantikan. Itu adalah hak istimewa kaum perempuan. Bahkan surga berada di telapak kaki seorang ibu,” ungkap Suhardi Duka.
Menurut Suhardi Duka, keberhasilan seorang laki-laki tidak terlepas dari peran perempuan yang setia mendampingi. Karena itu, ia menegaskan bahwa kesetiaan harus menjadi nilai bersama, bukan hanya dituntut kepada perempuan, tetapi juga kepada laki-laki. Ia juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai politisi yang tidak terlepas dari peran sang istri.
“Dalam perjalanan hidup saya sebagai politisi, jujur saya banyak dibantu oleh istri saya. Publik tidak hanya menilai saya sebagai individu, tetapi juga menilai siapa istri saya. Dukungan publik yang saya terima tidak sepenuhnya karena citra diri saya, tetapi juga karena peran istri saya,” tuturnya