MAMUJU, POROSSULBAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mamuju Akhirnya memutuskan menolak sengketa gugatan Kuasa Hukum pasangan calon No.urut 1 Tina-Ado.

Keputusan diambil dalam musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan di Kantor Bawaslu Mamuju jalan Pengayoman, Mamuju (9/10/20).

Pengumuman putusan hasil Musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan di Bawaslu Mamuju ini di jaga ketat ratusan personil gabungan TNI-Polri, serta tim gugus covid-19 yang terus menghimbau agar semua yang hadir tetap mematuhi protokol kesehatan.

Musyawarah yang dipimpin langsung Majelis dari Komisioner Bawaslu memutuskan menolak gugatan pemohon, karena menganggap materi gugatan atau sengketa yang diajukan Kuasa Hukum Tina-Ado tidak bisa dibuktikan secara real dalam musyawarah.

“Tidak ada keterkaitan dari gugatan Pemohon terhadap Pasangan Calon Habsi-Irwan dan tidak terbukti secara sah.

“Permohonan pemohon tidak memiliki alasan untuk diterima,” ujar Rusdin.

Bawaslu menimbang program Sahabat Rakyat dan pengangkatan tenaga kontrak seperti  dalam gugatan pemohon tidak terbukti merugikan pihak pemohon dan tidak melanggar aturan dalam tahapan Pilkada.

“Memutuskan menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya. Dan menyatakan sah keputusan KPU Mamuju, tentang penetapan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati tertanggal 23 September 2020, serta meminta Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mamuju untuk melanjutkan tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Mamuju tahun 2020,” pungkas Majelis, ditandai dengan ketukan Palu sidang. (Rg/**)