MAMUJU, POROSSULBAR – Missed Comunication terjadi antara pihak Bawaslu Kabupaten Mamuju terkait pertemuan terbatas paslon nomor urut 2, Habsi Wahid – Irwan SP Pababari di Lingkungan Simbuang, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Selasa (27/10/20).

Pihak Bawaslu yang memonitor kegiatan kampanye petahana saat itu hanya ingin kursi yang disediakan buat simpatisan, tetap ikuti protokol kesehatan jaga jarak di masa pendemi covid-19 ini.

Terbukti calon bupati nomor urut 2, Habsi Wahid yang didampingi oleh tokoh agama, Amran HB, anggota DPRD Sulbar, Muhammad Jayadi, Ketua komunitas Bija Turatte, Kamiruddin Al Islam, beserta para simpatisan lainya, tetap bisa kembali melakukan orasi politik setelah arahan Bawaslu dipenuhi.

Mengawali orasi politiknya, calon Bupati Mamuju Habsi Wahid menyampaikan kepada seluruh warga lingkungan Simbuang, bahwa dalam sejarah perpolitikkan di Mamuju, belum ada satupun pasangan incumbent kembali berpasangan di jilid dua.

“Ini berarti saya dan pak wakil terjadi komunikasi yg baik, hubungan harmonisasi yangg baik dan kita saling melengkapi,” kata Habsi.

Selain memaparkan visi misi periode keduanya, Habsi Wahid juga menekankan beberapa hal penting yang akan dilakukan pada periode kepemimpinannya bersama wakil bupati Irwan Pababari, pada periode berikutnya dalam upaya menjadikan Mamuju sebagai penyangga ibukota negara Indonesia di Kalimantan.

Nantinya Mamuju akan menjadi penyangga ibukota negara Indonesia, jadi tidak bisa hanya biasa-biasa saja.

“Kedepannya kita harus menjadikan Mamuju ini dua kali lebih baik, Mamuju ini dua kali lebih maju sesuai visi kami,” ucapnya.

Habsi menggaris bawahi, kedepan tidak adalagi desa yang termajinalkan dari aspek pembangunan.

“Jadi nanti 10% APBD Mamuju akan tetap diserahkan ke setiap desa untuk dikelola, agar supaya bupati tidak perlu lagi mengurusi hal itu. Tetapi langsung dikelola oleh desa itu sendiri.

“Tidak perlu lagi bupati jadikan proyek itu, nanti bisa jadi banyak yang datang minta proyek ke bupati, itu tidak bisa,” ungkap Habsi Wahid.

Habsi mengaku soal keberhasilan, dirinya tidak memuji keberhasilan yang ia peroleh, tapi keluar dari tapi pihak lain yang mengakui akan hal itu.

“DPRD yang mengatakan itu melalui pertanggung jawaban yang saya sampaikan setiap tahunnya, serta para tokoh-tokoh yang saat ini mendampingi saya dan pak wakil dalam setiap kampanye kami,” tegas Habsi dihadapan para pendukung dan warga Kelurahan Simbuang yang hadir dalam kampanye terbatas itu. (rls//**)