MAMUJU, POROSSULBAR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dari Partai NasDem H Muhammad Jayadi menggelar Reses di dapilnya Kabupaten Mamuju, tepatnya di Kelurahan Rimuku, Minggu (7/2/2021).

Reses legislator NasDem Sulbar kali ini tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19, dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, serta pembatasan peserta sampai 50 orang.

Jayadi hadir menyerap aspirasi masyarakat yang menjadi korban dan terdampak gempa di wilayah Rimuku, kawasan yang paling parah terdampak gempa diantara beberapa wilayah lainnya di Mamuju.

Jayadi menyampaikan bahwa ditengah pembatasan sosial distancing pandemi covid-19, saat ini kitapun dihadapkan pada duka mendalam, dengan adanya bencana alam tanggal 14, 15 Februari dan terakhir beberapa hari yang lalu adanya gempa susulan, ini membuat Provinsi Sulbar khususnya Majene dan Mamuju sangat merasakan dampaknya.

Mewakili masyarakat Sulbar, saya juga ikut menyampaikan ucapan terima kasih kepada daerah-daerah tetangga, karena telah ikut andil dalam membangkitkan semangat kita, telah ikut membantu pada hari-hari awal kita terkena musibah, seperti Sulteng dan Sulsel mereka terus berbondong-bondong sampai saat ini ikut andil berkontribusi untuk kita korban gempa,” ungkap Jayadi.

Lanjutnya, jujur saya selalu teriak, bahwa yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah Huntara (Hunian sementara), karena masyarakat yang rumahnya rusak berat dan retak-retak masih trauma untuk kembali kerumahnya.

“Maka seperti apa kehadiran pemerintah untuk memberikan hunian sementara itu,” ujar Jayadi.

“Bahkan kita juga mendorong ada Jamdu (Jaminan hidup) dari pemerintah, bagi korban yang terdampak. Paling tidak sama seperti yang dilakukan di Palu kemarin, ada santunan bagi korban yang terdampak tsunami Palu selama tiga bulan berturut-turut,” pungkasnya.

Sementara itu Lurah Rimuku, Sunardi menyampaikan bahwa Kelurahan Rimuku merupakan kawasan yang paling parah terdampak gempa di Mamuju.

Berdasarkan data kami, Rimuku tercatat korban jiwa sekitaran 25 orang, rumah rusak berat 50-an, data yang kami laporkan rumah yang rusak keseluruhan di Rimuku sekitar 2.000 rumah.

“Mudah-mudahan melalui pak Dewan bisa segera mendorong percepatan pemulihan pasca gempa, terutama pembangunan infrastruktur jalan, sekolah, mesjid dan rumah-rumah warga yang roboh,” harapnya

Ditempat yang sama Kades Kopeang, Rahman juga menyampaikan berbagai kerusakan infrakstruktur jalan akibat gempa, dan banyaknya area persawahan yang rusak terkena likuifaksi, serta hanya memamfaatkan akses jalan dari daerah Mamasa untuk distribusi logistik.

“Untuk saat ini warga Desa Bela Kopeang masih terbantu dengan adanya bantuan logistik melalui helikopter yang mondar mandir ke Kopeang, bagaimana nanti kalau sudah dihentikan,” tuturnya.

Dihadiri unsur yang mewakili pemerintah, diantaranya Lurah Rimuku Sunardi, Kepala Desa Kopeang Drs Rahman, para pengurus DPW NasDem Sulbar, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sekitar 50 warga Mamuju. (As/**)