Advertorial Daerah Mamuju News Pemerintahan
Home » Berita » Pemprov Sulbar Terima Kunjungan IMV Corporation Jepang, Rencana Pasang Alat Deteksi Dini Bencana

Pemprov Sulbar Terima Kunjungan IMV Corporation Jepang, Rencana Pasang Alat Deteksi Dini Bencana

Mamuju – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Mayjen (Purn) Salim S Mengga menerima kunjungan pihak IMV Corporation Jepang di Rumah Jabatan Wagub Sulbar, Senin 28 Juli 2025.

 

Dalam pertemuan itu, dibahas rencana pemasangan alat deteksi dini bencana di tiga titik vital di Sulawesi Barat (Sulbar).

 

“Sebenarnya yang dia tawarkan ke kita itu ada semacam seismograf, peringatan dini untuk mengetahui tingkat ancaman bila terjadi bencana. Misalnya tsunami, gunung meletus. Sehingga kita bisa siap lebih dini,” kata Salim usai pertemuan.

Kemenkum Sulbar Harap UMKM Pahami Pentingnya Legalitas Untuk Peningkatan Usaha

 

Untuk tahap awal, teknologi ini akan dipasang secara hibah di tiga lokasi strategis. Salim menyebut, tiga titik yang disarankan yaitu Kantor Gubernur Sulbar, rumah sakit, dan pembangkit listrik PLN.

 

“Jadi kita sarankan, pertama di kantor gubernur Sulbar, rumah sakit, dan pembangkit listrik PLN. Sebab ini yang vital untuk pelayanan masyarakat,” jelasnya.

 

Rekrutmen Polri 2026 Disosialisasikan di Mamasa, Pelajar Antusias Daftar

Menurut Salim, IMV Corporation bersedia menghibahkan peralatan tersebut terlebih dahulu sebagai bentuk uji coba.

 

“Iya, hibah dulu walaupun saya tahu juga ini bisnis. Jadi dia berikan dulu kita sampel untuk merasakan kegunaannya. Kalau memang kita merasa kegunaannya ini cukup vital, mungkin dia akan tingkatkan selanjutnya,” tuturnya.

 

Pasangan Gubernur Suhardi Duka ini, menjelaskan, teknologi ini akan menjadi bagian dari upaya lebih luas, termasuk penataan rumah-rumah di wilayah pesisir serta standar bangunan tahan gempa ke depannya.

IJS DPW Mamasa Kirim Amplop Berisi Rp 50.000 ke Bupati Mamasa, Sebagai Kritik terhadap Panitia HUT ke-24 Kabupaten Mamasa

 

“Ke depan mungkin pada tindak lanjut berikutnya bahwa konstruksi bangunan itu harus diciptakan tahan gempa,” ujarnya.

 

Alat ini dirancang untuk memberi peringatan dalam hitungan detik sebelum dampak bencana terasa.

 

Bahkan, kata Salim, uji coba sederhana yang dilakukan menunjukkan respons cepat dari sistem.

 

“Ada monitornya nanti. Tadi dia coba tadi di sini kita ketuk meja aja, muncul di layar,” ungkapnya. (Rls)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *