News
Home » Berita » Pemuda Didorong Jadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme di Sulbar

Pemuda Didorong Jadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme di Sulbar

MAMUJU,— Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Darwis Damir, menegaskan pentingnya transformasi peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa dan menangkal paham radikalisme.

 

Hal tersebut disampaikan Darwis saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pemberdayaan Kemitraan antara Polisi dan Masyarakat melalui Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Sulawesi Barat di SMKN 1 Tapalang Barat, Jumat (1/4/2026).

 

Dalam paparannya, Darwis menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter merupakan bagian dari misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, melalui program Panca Daya.

Gerakan Mandarras, Perpusip Sulbar Agendakan Perpustakaan Keliling di Pasar Malam Rakyat Tinambung

 

Ia menjelaskan, paradigma lama yang menempatkan pemuda sebagai objek—yang rentan terhadap paparan radikalisme, hoaks digital, dan polarisasi sosial—harus diubah. Menurut dia, pemuda kini harus menjadi subjek utama yang berperan aktif sebagai agen perubahan, agen persatuan, dan agen perdamaian.

 

“Pemuda harus mampu membawa inovasi positif, menjembatani perbedaan, serta meredam konflik dan ujaran kebencian, termasuk di ruang digital,” ujar Darwis.

 

Forum LMK Asean Lahirkan Empat Kesepakatan Tata Kelola Royalti Digital

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menekankan sejumlah langkah konkret. Pertama, penguatan karakter melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, peningkatan literasi digital agar generasi muda mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan bijak menggunakan media sosial.

 

Selain itu, pemuda juga didorong aktif dalam dialog lintas kelompok guna memperkuat toleransi, menolak penyebaran hoaks dan propaganda radikal, serta meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan sosial dan organisasi kepemudaan yang berorientasi pada nilai kebangsaan.

 

Dalam konteks daerah, Darwis menyebut Kesbangpol Sulawesi Barat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas melalui pendekatan preventif, edukatif, dan kolaboratif. Upaya tersebut meliputi deteksi dini potensi konflik, pembinaan ideologi secara berkelanjutan, hingga sinergi dengan aparat TNI dan Polri dalam pengawasan wilayah.

Kanwil Kemenkum Sulbar Dukung Penguatan Akuntabilitas Keuangan

 

“Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan dengan menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas pemuda,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa wawasan kebangsaan harus menjadi perisai utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan tersebut bertumpu pada empat pilar utama, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

 

Menurut Darwis, cinta tanah air tidak cukup diwujudkan dalam slogan, tetapi harus tercermin dalam tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa.

 

Ia menambahkan, penguatan ketahanan bangsa membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, hingga media sosial memiliki peran masing-masing dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

 

“Dengan sinergi seluruh elemen, kita harapkan lahir generasi muda yang mampu menjadi benteng utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya. (Rls)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *