MAMUJU, POROSSULBAR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dapil Mamuju H.Muhammad Jayadi menggelar Reses atau temu konstituen. Reses kali ini dilakukan di area pengungsian di Dusun Taparia Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang Mamuju, Senin (8/2/2021).

Reses hari kedua diawal tahun ini juga dikemas sedikit berbeda dari biasanya, karena dilakukan di tengah pandemi dan di masa transisi pemulihan pasca gempa yang meluluh-lantakkan Mamuju dan Majene, serta dilakukan di area terbuka namun tetap mengedepankan protokol kesehatan covid-19.

Kedatangan Legislator NasDem yang humanis serta religius ini disambut antusias ratusan warga Tapalang, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perempuan, serta aparat desa.

Dihadapan warga pengungsi, unsur pimpinan komisi IV DPRD Sulbar itu menyampaikan agar masyarakat Tapalang yang ada dipengungsian ini, tetap memperhatikan kesehatannya.

“Tetap mengacu pada protokol kesehatan covid-19, yaitu tetap menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker,” ujarnya.

“Saat corona mengharuskan kita tetap di rumah, justru bencana gempa ini mengusir kita dari rumah sendiri untuk mengungsi. Tak ada lagi social distancing di pengungsian, masker pun tak lagi dihiraukan.

“Semoga Allah Ta’ala karuniakan kita semua kesehatan, kesabaran, keikhlasan dan keimanan yang kuat dan segera bangkit dari luka trauma yang selalu menghantui. Dan semoga harta yang luput, Allah ganti dengan yang lebih baik dan lebih berkah,” tutur pria yang akrab disapa bang Jaya ini.

Mengenai warga yang masih mengungsi, Jayadi mengajak warga Tapalang agar dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

“Olehnya, saudara-saudara saya yang terdampak bencana gempa di Mamuju harus bersabar dan kuat untuk bangkit, yang masih mengungsi kami harap bisa kembali ke rumah masing-masing, namun tetap selalu waspada,” katanya.

Sekretaris DPW Partai NasDem Sulbar ini mengemukakan, anggaran tahun 2021 yang dialokasikan untuk penanganan dampak gempa, baik dari APBN maupun APBD, akan dikawal dengan serius agar penggunaannya betul-betul untuk masyarakat yang terdampak gempa di Mamuju.

Ia mengatakan bagi warga yang rumahnya rusak parah dan tidak bisa ditempati, maka pemerintah sudah menyiapkan tenda untuk menjadi tempat tinggal sementara.

“Tahun 2021 ini, Insya Allah kami akan tetap memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat, termasuk perbaikan jalan. Ini tugas kami selaku anggota dewan sebagai jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah,” pungkasnya.

Jayadi lebih banyak mendengarkan curhatan dan keluhan warga, terutama mereka yang terdampak gempa. Sebagian besar juga warga masih mengeluhkan kebutuhan mendasar seperti makan minum, air bersih dan obat-obatan.

Abdul Rahman tokoh masyarakat Tapalang secara umum menyampaikan ucapan terimakasih kepada legislator NasDem itu atas kunjungan resesnya kali ini, dan berharap bantuan segera turun lagi di pengungsian Tapalang.

“Kami butuh bantuan sandang, pangan dan papan untuk bertahan hidup dipengungsian. Juga kami butuh tenda serta gerobak sayur,” ucapnya.

Sementara itu ditempat yang sama tokoh masyarakat lainnya, bapak Majid mengusulkan bantuan perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat gempa.

“Klo saya tolong diperhatikan fasilitas umum, agar segera diperbaiki pemerintah seperti mesjid, sekolah dan sarana umum lainnya. Terutama SD Takandeang perlu perbaikan, juga bantuan rumah hunian sementara sangat dibutuhkan,” urainya. (As/**)