MAMUJU, POROSSULBAR – Memasuki hari ketiga reses Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dapil Mamuju H.Muhammad Jayadi, temu konstituen kali ini dilakukan ditengah warga pengungsi di Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, Mamuju, Selasa (9/2/2021).

Reses awal tahun ini dilakukan di area terbuka namun tetap mengedepankan protokol kesehatan covid-19, yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Dikemas sedikit berbeda dari reses – reses sebelumnya, karena dilakukan di tengah pandemi dan dimasa transisi pemulihan pasca gempa yang memporak-porandakan Mamuju dan Majene.

Kehadiran Legislator NasDem ini disambut antusias ratusan warga Dungkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perempuan, serta aparat desa.

Dihadapan warga pengungsi, wakil ketua komisi IV DPRD Sulbar itu menyampaikan agar masyarakat Tapalang Barat, khususnya Desa Dungkait yang terdampak gempa supaya menyampaikan apa-apa kebutuhan yang mendasar.

Jayadi lebih banyak mendengarkan curhatan dan keluhan warga, terutama mereka yang terdampak gempa. Sebagian besar juga warga masih mengeluhkan kebutuhan mendasar seperti makan minum, air bersih dan obat-obatan.

“Olehnya, saudara-saudaraku yang terkena dampak bencana gempa di Mamuju harus bersabar dan kuat untuk bangkit,” imbuhnya.

Sekretaris DPW Partai NasDem Sulbar ini mengemukakan bahwa, anggaran penanganan dampak gempa ini akan dikawal dengan serius, agar penggunaannya betul-betul tepat sasaran.

Ia mengatakan bagi warga yang rumahnya rusak parah dan tidak bisa ditempati, maka pemerintah sudah menyiapkan tenda untuk menjadi tempat tinggal sementara.

“Tahun ini Insya Allah kami akan tetap memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur jalan.

“Ini tugas kami selaku anggota dewan sebagai jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah,” ungkapnya.

Abdul Haliq tokoh masyarakat Tapalang Barat secara umum menyampaikan ucapan terimakasih kepada legislator NasDem atas kunjungannya kali ini, dan berharap bantuan sandang, pangan dan papan untuk pengungsi terdampak gempa segera turun lagi.

“Kami juga butuh bantuan perbaikan fasilitas umum dan akses jalan menuju tempat evakuasi,” ucapnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Suparmin, ketua DPD mengusulkan bantuan bedah rumah di Desa Ahu yang rusak akibat gempa.

“Saya kira pendataan terhadap rumah yang rusak akibat gempa sangatlah kurang akurat dari pihak assesment, dan itu perlu pengawasan oleh DPRD,” pungkasnya. (As/**)