MAMUJU, POROSSULBAR – Kampanye terbatas pasangan calon bupati dan wakil bupati Mamuju nomor urut 2, Habsi Wahid dan Irwan Pababari, kali ini dilaksanakan di Jalan Sam Ratulangi Mamuju, Rabu (4/11)

Calon wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari menampik tudingan bahwa pendatang adalah penyebab kemiskinan saat debat publik beberapa hari lalu.

Menurutnya, bukan pendatang seperti yang diisukan. Tetapi penduduk baru atau pencari kerja memang salah satu faktor penyebab kemiskinan. Bukan pendatang secara umum.

“Saat pendataan BPS, para pencari kerja yang masuk ke Mamuju, bersamaan saat sensus. Mamuju, sebagai Ibukota provinsi, diserbu pencari kerja.
Kurang lebih 6.000 orang.

Pada saat pencacahan, mereka sedang mencari kerja. Otomatis pendapatan tetap tidak ada, sehingga, terdapat angka kemiskinan yang naik.

“Apalagi, secara global, di Indonesia maupun Sulbar, memang saat itu terdapat kenaikan angka kemiskinan,” urai Irwan.

Menurut Irwan Pababari, beragam fitnah dialamatkan kepada petahana. Bahkan, cenderung menghakimi. Padahal, isu-isu tidak benar dan hanya dikeluarkan untuk menggiring opini publik.

“Jangan pernah menyinggung pendatang, karena kemajuan Mamuju, tidak lepas dari tangan dingin pendatang,” pungkasnya.

“Jangan karena jabatan, kita menghasut, memecah belah masyarakat. Politisi yang baik adalah selalu mengungkapkan yang menyejukkan,” terang Irwan.

Irwan mengaku, Habsi Wahid masih sangat layak menjadi bupati, makanya ia bersedia mendampingi sebagai wakil bupati.

Sebab, Habsi punya pengalaman di pemerintahan. Terbukti, bukan hanya Bupati 5 Tahun, namun pernah Sekda 13 Tahun.

Kenapa saya tidak maju sebagai calon bupati, karena saya menilai Habsi masih layak sebagai bupati, makanya saya siap mendampingi.

“Apalagi, pemimpin bukan ajang coba-coba. Mamuju bukan laboratorium, pemimpin bukan kelinci percobaan,” ungkap ketua Partai Hanura Sulbar.

Dikatakannya, mengganti pemimpin harus punya barometer yang komprehensif. Sebab, mengganti pemimpin, maka penggantinya harus lebih baik dari yang diganti.

“Kita harus berfikir logis. Ganti pemimpin itu, ganti yang baik. Sebab, jangan sampai mengganti pemimpin tapi penggantinya tidak lebih baik, makanya mari berfikir secara sehat.

Mamuju, butuh pemimpin yang berpengalaman, berintegritas dan beriman. Waktu 4 tahun 9 bulan belumlah cukup.

“Kalau ada pembangunan yang kurang, maka kami kembali maju, untuk melanjutkan pembangunan itu, selanjutnya mendapat penyempurnaan,” kunci Irwan Pababari. (Wl//**)