MAMUJU, POROSSULBAR – Pandemi covid-19 yang mengakibatkan kelangkaan pupuk di kalangan petani yang ada di wilayah kabupaten Mamuju Provinsi Sulawewi Barat.

“Namun, berkat usulan Bupati dan wakil Bupati Mamuju, Habsi Wahid dan Irwan Pababari  sebelum cuti. Maka, dalam waktu dekat akan ada penambahan kuota pupuk bersubsidi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju, Alwinuddin saat di konfirmasi di ruangannya, Kamis (8/10).

“Ia mengatakan pihaknya mendapatkan tambahan pupuk pada Tahun 2020 ini, untuk para petani yang ada di wilayah kabupaten Mamuju.

Alhamdulillah, setelah kami komunikasi dengan pihak PKT Pupuk Urea. Untuk kabupaten Mamuju sendiri, kami mendapat penambahan kuota dari 5.003 Ton menjadi 6.101 Ton.

“Berarti ada tambahan sekitar 1.098 Ton pupuk urea, dan tambahan pupuk NHK, 20 Ton,” kata Alwi.

Dengan adanya tambahan pupuk jenis urea tersebut, Alwinuddin mengatakan ia akan melakukan koordinasi kepada para distributor, untuk segera mendistribusikan kepada pengecer yang ada di wilayah kabupaten Mamuju.

Insya Allah, dalam waktu dekat ini, kami akan koordinasi dengan pihak distributor, untuk sesegera mungkin mendistribusikan kepada pengecer dan Kios-kios yang ada di kecamatan dan Desa.

“Dengan harga, kita mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak boleh ada permainan harga, karena kita akan pantau ke lapangan proses pendistribusiannya,” tutup Alwinuddin.

(DS/**)