News
Home » Berita » Potret Haru di Tapalang, Dua Siswa SD Bertahan Tanpa Orang Tua, SPPI Hadir Memberi Perhatian

Potret Haru di Tapalang, Dua Siswa SD Bertahan Tanpa Orang Tua, SPPI Hadir Memberi Perhatian

Mamuju — Kisah haru datang dari Lingkungan Petakeang, Kelurahan Galung, Kecamatan Tapalang. Dua anak usia sekolah dasar, Khumaira (kelas 4 SD) dan adiknya Umar (kelas 1 SD), harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran orang tua yang merantau demi menyambung hidup.

Kondisi tersebut menarik perhatian Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tapalang, Nur Endeng. Bersama jajaran SPPI Badan Gizi Nasional (BGN), ia melakukan kunjungan langsung untuk meninjau situasi yang dihadapi kedua anak tersebut.

 

Dalam kunjungan itu, Nur Endeng melihat secara langsung kondisi kehidupan Khumaira dan Umar yang telah beberapa bulan terakhir hidup tanpa pendampingan orang tua. Situasi ini dinilai berpotensi memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar anak, termasuk asupan gizi dan perhatian sehari-hari.

Menteri Hukum: Implementasi KBLI 2025 Dipermudah, Bisa Konversi Otomatis di AHU & OSS

 

“Kami sangat prihatin dan tersentuh melihat kondisi ini. Orang tua mereka merantau untuk mencari nafkah, namun anak-anak tetap membutuhkan perhatian. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk kepedulian untuk membantu sesama,” ujar Nur Endeng.

 

Ia menegaskan, peran SPPG tidak hanya berfokus pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga mencakup kepedulian sosial terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang berada dalam kondisi rentan.

 

Bakti Kesehatan Polda Sulbar di Kopeang, Dukung Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas

Kunjungan ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara melalui program layanan gizi yang tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Diharapkan, perhatian ini dapat mendorong dukungan dari berbagai pihak agar Khumaira dan Umar tetap mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang secara layak.

 

Langkah yang dilakukan Korcam SPPG Tapalang ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi sosial dalam memastikan tidak ada anak yang terabaikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *