MAMUJU — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, mendorong penguatan kualitas dan reputasi Kopi Mamasa sebagai produk unggulan berbasis Kekayaan Intelektual. Capaian Fine Score 81,42 pada Kopi Robusta Mamasa menjadi modal penting untuk memperkenalkan kualitas kopi daerah ke pasar yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikannya sejalan dengan keikutsertaan Kopi Arabika Mamasa dan Kopi Robusta Mamasa dalam Dieng Culture Festival (DCF) 2026 di Desa Dieng Kulon, 28–30 Agustus 2026.
“Kopi Mamasa memiliki karakter dan kualitas yang menjadi kekuatan daerah. Potensi tersebut harus terus kita dorong agar semakin dikenal, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing lebih luas,” ujar Saefur.
Saefur menilai capaian kualitas produk dapat menjadi kekuatan dalam membangun reputasi Kopi Mamasa. Pelindungan Kekayaan Intelektual juga perlu berjalan seiring dengan promosi agar karakter khas produk semakin dikenal.
“Capaian kualitas Kopi Robusta Mamasa menjadi modal penting untuk memperkuat reputasinya. Kita ingin potensi Kekayaan Intelektual daerah memberikan manfaat sekaligus meningkatkan daya saing produk,” tuturnya.
Berdasarkan pengujian Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Kopi Robusta Mamasa memperoleh Fine Score 81,42 dan masuk kategori fine robusta.
Kopi tersebut memiliki body tebal, rasa kuat dengan tingkat kepahitan seimbang, serta profil cita rasa sweet corn, nutty, chocolaty, brown sugar, cereally, coconut milk, dan butter.
Sementara Kopi Arabika Mamasa memiliki karakter cita rasa bersih, seimbang, dan konsisten yang dipengaruhi kondisi geografis Mamasa, termasuk kawasan perbukitan dan pegunungan, suhu relatif sejuk, curah hujan cukup tinggi, serta tanah subur.
Kedua kopi Mamasa diperkenalkan dalam DCF 2026 bersama 14 kopi Indikasi Geografis dari berbagai daerah Indonesia. Keikutsertaan tersebut menjadi ruang promosi untuk memperkenalkan kualitas dan karakter kopi Mamasa kepada masyarakat lebih luas.
Kanwil Kemenkum Sulbar terus mendorong penguatan pelindungan dan promosi Kekayaan Intelektual sebagai bagian dari upaya meningkatkan reputasi serta daya saing produk unggulan daerah.

Comment