Mamuju — Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, menghadiri pelaksanaan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) I dan II yang dilaksanakan di Hotel Grand Maleo Mamuju, Senin (31/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Muh. Faizal Thamrin hadir bersama Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Perkebunan, Amirullah Rasyid. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Tropical Rainforest International Certification sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pelaku perkebunan dalam penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan serta pemenuhan standar ISPO.
Kegiatan pelatihan diikuti oleh 59 peserta yang berasal dari Kabupaten Pasangkayu. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait implementasi ISPO, termasuk pemahaman terhadap persyaratan, tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, serta pentingnya pemenuhan standar dan ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, menyampaikan bahwa penerapan ISPO menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola perkebunan kelapa sawit yang lebih baik, berkelanjutan, dan memiliki daya saing.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapan para peserta dalam mengimplementasikan ISPO di lapangan. Dengan penerapan standar yang baik, kita dapat mendorong perkebunan kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi ISPO, khususnya di wilayah sentra perkebunan kelapa sawit seperti Kabupaten Pasangkayu.
Penerapan standar ISPO juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam mendorong pengelolaan sektor perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Melalui pelaksanaan pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu memahami dan menerapkan ketentuan ISPO secara lebih optimal sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Barat.

Comment