News
Home Β» Berita Β» Hadiri 100 Tahun IMTK, Wapres Apresiasi Masyarakat Kalumpang Jaga Keimanan, Budaya, dan Pelestarian Alam

Hadiri 100 Tahun IMTK, Wapres Apresiasi Masyarakat Kalumpang Jaga Keimanan, Budaya, dan Pelestarian Alam

Mamuju — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengapresiasi keteguhan masyarakat Kalumpang dalam menjaga keimanan, melestarikan warisan budaya, serta merawat alam yang telah diwariskan secara turun-temurun. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Perayaan 100 Tahun (1 Abad) Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) Tahun 2026 di Tamalea, Desa Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (02/11/2026).

 

Suasana hangat dan penuh sukacita mewarnai perayaan satu abad IMTK yang dihadiri para pendeta, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah di Tanah Kalumpang. Kehadiran Wapres disambut antusias oleh masyarakat. Nuansa kekeluargaan begitu terasa, apalagi saat Wapres menyapa masyarakat menggunakan bahasa lokal Kalumpang di awal sambutannya, sontak disambut riuh dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Sapaan dalam bahasa setempat itu tidak hanya menghadirkan suasana semakin akrab dan hangat, tapi juga menjadi bentuk penghormatan Wapres terhadap bahasa dan identitas budaya masyarakat Kalumpang.

 

Perayaan yang diselenggarakan oleh Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB) ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan satu abad masuknya Injil ke Tanah Kalumpang sejak 1926. Selain memperkuat nilai-nilai keimanan, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, melestarikan kekayaan budaya, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kemenkum Sulbar Harmonisasi Aturan Pembebasan BPHTB, Perkuat Akses MBR terhadap Kebijakan Keringanan Pajak

 

Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan penghargaan kepada para pendeta dan seluruh masyarakat Kalumpang yang terus menjaga keteguhan iman di tengah perubahan zaman.

 

β€œBanyak hal yang bisa berubah, tapi saya mengapresiasi bagaimana para pendeta, warga Kalumpang menjaga agar terang dari 100 tahun lalu tetap menyala di masa kini. Menjaga agar keteguhan dari 100 tahun lalu tetap mengakar kuat. Menjaga agar keyakinan dari 100 tahun lalu tetap lestari,” ujar Wapres.

 

Kemenkum Sulbar Perkuat Pengawalan Substantif Perda, Pastikan Regulasi Daerah Lebih Berkualitas

Wapres juga mengapresiasi penyelenggaraan perayaan yang tidak hanya berfokus pada perjalanan iman, tetapi turut mengangkat keluhuran budaya, tradisi, dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Menurutnya, ketiga hal tersebut merupakan bagian dari warisan para leluhur yang perlu terus dijaga.

 

β€œKarena di balik setiap tradisi dan adat istiadat, tersimpan cerita tentang kehidupan, keimanan, penjagaan alam dari para leluhur kita. Tanah Kalumpang ini menyimpan jejak peradaban dari para pendahulu, menjadi tugas kita bersama untuk merawat dan melestarikannya,” tuturnya.

 

Untuk itu, Wapres mengingatkan pentingnya memastikan warisan budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya perlu diwujudkan melalui kebanggaan terhadap warisan lokal serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kemenkum Sulbar Perkuat Pengembangan Kompetensi ASN, Dorong Pemenuhan 20 Jam Pelajaran

 

β€œJangan sampai anak-anak muda mengenal kain Sekomandi hanya dari foto, tanpa pernah memiliki kebanggaan menggunakannya. Mengetahui bahasa Kalumpang hanya dari catatan, tanpa pernah menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Wapres.

 

Lebih lanjut, Wapres menegaskan pentingnya menjaga persatuan, perdamaian, dan nilai-nilai toleransi di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. Ia berharap kerukunan yang telah terbangun di Tanah Kalumpang terus terjaga melalui sikap saling menghormati, saling membantu, dan saling menguatkan.

 

β€œPerbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling curiga. Justru di tengah perbedaan itu kedewasaan kita diuji,” ungkapnya.

 

Sejalan dengan pesan tersebut, Wapres mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun mempercayai kabar bohong yang dapat mengganggu persaudaraan.

 

β€œJangan biarkan satu kabar bohong atau satu ujaran kebencian meretakkan rumah persaudaraan yang telah dibangun oleh para leluhur kita,” pesannya.

 

Melalui peringatan satu abad IMTK ini, Wapres mengajak masyarakat mensyukuri perjalanan iman yang telah dilalui sekaligus menyambut abad berikutnya dengan terus menjaga keimanan, merawat budaya, dan melestarikan alam. Ia berhara

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *