Mamuju, 22 Juli 2026 – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tomakaka dalam rangka edukasi pembentukan peraturan perundang-undangan melalui layanan Rumah Harmoni, inovasi unggulan Kanwil Kemenkum Sulbar di bidang harmonisasi regulasi daerah. Kegiatan berlangsung di Ruang Layanan Rumah Harmoni, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Rabu (22/7).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menyampaikan bahwa Rumah Harmoni merupakan inovasi yang dibangun untuk memperkuat kualitas pembentukan peraturan daerah melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, mahasiswa sebagai calon praktisi dan akademisi hukum perlu memahami proses penyusunan regulasi yang baik sejak dini.
“Rumah Harmoni tidak hanya menjadi ruang konsultasi pembentukan regulasi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik penyusunan peraturan perundang-undangan. Kami berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya regulasi yang berkualitas dan partisipatif,” ujar Saefur Rochim.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Perancang Peraturan Perundang-undangan Kanwil Kemenkum Sulbar memaparkan konsep dan mekanisme layanan Rumah Harmoni sebagai forum konsultasi awal serta ruang diskusi kolaboratif yang mempertemukan pemrakarsa, tim pengharmonisasi, pemangku kepentingan, hingga masyarakat atau kelompok yang terdampak oleh suatu regulasi.
Para mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai teknik pembentukan peraturan perundang-undangan, mulai dari penyusunan naskah hingga proses harmonisasi agar produk hukum yang dihasilkan selaras dengan ketentuan peraturan yang lebih tinggi dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada efektivitas layanan Rumah Harmoni yang mampu meningkatkan efisiensi proses harmonisasi. Apabila sebelumnya rapat pengharmonisasian formal membutuhkan waktu yang relatif panjang, melalui pendekatan konsultasi awal di Rumah Harmoni proses tersebut dapat dipersingkat sehingga rapat formal dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam.
Tidak hanya itu, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa Rumah Harmoni juga menjadi wujud penerapan partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation), karena memberikan ruang dialog sejak tahap awal penyusunan regulasi, bukan sekadar memenuhi formalitas uji publik.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Barat berkomitmen terus menjadikan Rumah Harmoni sebagai laboratorium hukum yang terbuka bagi mahasiswa, akademisi, dan masyarakat. Diharapkan inovasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya kolaborasi, efisiensi, dan partisipasi publik dalam menghasilkan produk hukum daerah yang responsif, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Comment