Mamuju – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja yang berintegritas melalui kegiatan Internalisasi Benturan Kepentingan yang diikuti seluruh pegawai di Aula Pengayoman, Selasa (21/7).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan bahwa setiap aparatur sipil negara harus memiliki integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, termasuk mampu mengenali serta menghindari berbagai bentuk benturan kepentingan yang berpotensi memengaruhi objektivitas pelayanan kepada masyarakat.
“Integritas bukan hanya menjadi nilai yang harus dipahami, tetapi juga diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Pencegahan benturan kepentingan merupakan salah satu langkah nyata untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pelayanan berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel,” ujar Saefur Rochim.
Kegiatan internalisasi dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah bersama Koordinator Tim Kerja Sumber Daya Manusia sebagai bagian dari penguatan pemahaman pegawai mengenai penerapan prinsip-prinsip integritas di lingkungan kerja. Seluruh peserta memperoleh pembekalan mengenai berbagai bentuk benturan kepentingan, cara mengidentifikasi potensi risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Selain memberikan pemahaman mengenai aspek regulasi, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya budaya organisasi yang menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan akuntabilitas. Dengan meningkatnya kesadaran seluruh pegawai, diharapkan setiap proses pengambilan keputusan maupun penyelenggaraan pelayanan publik dapat dilaksanakan secara independen dan bebas dari pengaruh kepentingan pribadi maupun kelompok.
Penguatan budaya integritas tersebut menjadi bagian dari strategi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat dalam mendukung pembangunan Zona Integritas. Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan tata kelola organisasi, Kanwil Kemenkum Sulbar terus berupaya mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Comment