Porossulbar-Polewali Mandar – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Binuang Rea kembali menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 1.182 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Binuang, Rabu (25/2/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi harian siswa sekaligus mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar.
Pelaksanaan MBG tersebut dikelola oleh SPPG Polewali Mandar Binuang Rea di bawah naungan Yayasan Samudera Syam Indonesia, yang berlokasi di Desa Rea, Kecamatan Binuang.
Kepala SPPG Binuang Rea, M. Masdi, S.Pt, menjelaskan bahwa distribusi makanan dilakukan secara terukur dengan memperhatikan standar gizi sesuai kelompok usia. Pada hari ini, menu disediakan dalam dua kategori.
Untuk porsi kecil, kandungan gizi meliputi energi 272,5 kkal, protein 11,2 gram, lemak 7,0 gram, karbohidrat 19,3 gram, dan serat 7,4 gram. Menu terdiri dari roti coklat, telur rebus, dan apel dengan total biaya Rp8.500.
Sementara itu, porsi besar mengandung energi 722,7 kkal, protein 27,9 gram, lemak 34,8 gram, karbohidrat 34,5 gram, dan serat 13,4 gram. Menu yang disajikan berupa roti coklat, telur rebus, kacang goreng, dan apel dengan total biaya Rp10.500.
Ahli Gizi SPPG, Halisa, A.Md.Gz, menyampaikan bahwa seluruh menu telah melalui perhitungan kebutuhan gizi seimbang serta pengawasan mutu dan keamanan pangan.
Adapun penerima manfaat terdiri dari TK/RA sebanyak 442 siswa, SD/MI 346 siswa, SMP/MTs 233 siswa, serta SMA/SMK/MA sebanyak 161 siswa.
Menjelang bulan suci Ramadhan, SPPG Binuang Rea juga telah menyiapkan skema penyesuaian pola distribusi. Menu akan diarahkan pada jenis makanan yang lebih tahan lama atau menu kering, sehingga dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa di rumah.
“Penyesuaian ini dilakukan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi selama menjalankan ibadah puasa, tanpa mengganggu aktivitas belajar,” ujar M. Masdi.
Program MBG diharapkan tetap berjalan optimal selama Ramadhan dengan tetap mengacu pada prinsip gizi seimbang. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga status gizi anak sekolah sekaligus mendukung kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Comment