News
Home » Berita » Kolaborasi DJKI dengan Kemendikdasmen, Dorong Pembelajaran KI Sejak Dini

Kolaborasi DJKI dengan Kemendikdasmen, Dorong Pembelajaran KI Sejak Dini

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum melakukan audiensi dengan Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat ekosistem kekayaan intelektual (KI) melalui integrasi pembelajaran KI sejak tingkat dasar hingga menengah. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran KI sebagai fondasi penting dalam membangun generasi kreatif dan inovatif Indonesia.

 

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menegaskan, literasi KI perlu diperkenalkan sejak dini sebagai bekal menghadapi era ekonomi berbasis pengetahuan. Pihaknya menilai pendidikan KI merupakan investasi strategis untuk membentuk generasi yang inovatif dan kompetitif.

 

“Kami ingin memperkenalkan kepada siswa di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK supaya mereka lebih cepat mengenal dan memahami KI sejak dini, sehingga mereka bisa lebih produktif dalam berkarya. Kelak, mereka bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi kreator yang menciptakan lapangan kerja,” terang Hermansyah di Gedung Kemendikdasmen pada Rabu, 25 Februari 2026.

Tim Pengolahan Dapur SPPG Sampaga Bunde Lembur Usai Tarawih

 

Hermansyah juga mengharapkan anak-anak muda dapat mengubah budaya dengan berani berwirausaha dan menghidupi dirinya sendiri maupun masyarakat sekitarnya melalui pemberdayaan KI. Oleh sebab itu, Hermansyah menambahkan, kolaborasi dengan Kemendikdasmen diharapkan mempercepat integrasi materi tentang KI ke dalam sistem pendidikan nasional melalui kurikulum maupun pelatihan guru.

 

“Upaya ini penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi. Karena negara maju adalah negara yang memiliki tingkat kesadaran tinggi akan kekayaan intelektual, bahkan mereka sudah memberikan pembelajaran KI sejak dini,” tutur Hermansyah.

 

Safari Ramadan di Majene, Gubernur Sulbar Bagikan 1.000 Paket dan Sampaikan Alokasikan Rp50 Miliar untuk Pembangunan

Tindak lanjut audiensi ini adalah penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai payung hukum kolaborasi, integrasi kurikulum KI, serta pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi guru. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pemahaman pelajar bahwa karya, inovasi, dan kreativitas memiliki nilai ekonomi serta memerlukan pelindungan hukum.

 

Sebagai pemantik, DJKI akan menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk DJKI Mengajar: Gen Z Cerdas KI, Indonesia Maju yang dirancang untuk menghadirkan lebih dari 10.000 siswa SMA/SMK di Jabodetabek dengan menggandeng Kemendikdasmen. Kegiatan ini bertujuan menjadikan KI sebagai pengetahuan dasar pelajar sekaligus membentuk pola pikir bahwa karya dan inovasi memiliki nilai ekonomi dan perlu dilindungi.

 

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi kuliah umum, sesi inspiratif bersama tokoh kreatif, penghargaan bagi generasi muda, serta kompetisi inovasi melalui program Indonesia Intellectual Property Youth Challenge. Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya karya kreatif berbasis KI sekaligus memperkuat ekosistem inovasi nasional.

Pantau Pasar Murah di Majene, Gubernur Suhardi Duka Pangkas Harga Bawang dan Telur, Warga Antusias Belanja

 

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan dukungan terhadap inisiatif tersebut sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis proyek dan inovasi di sekolah. Ia menilai sinergi lintas kementerian menjadi kunci dalam menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan pendidikan.

 

Ke depan, sinergi antara DJKI dan Kemendikdasmen diharapkan membuka ruang lebih luas bagi siswa untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi kreatif terhadap berbagai tantangan di sekitarnya. Dukungan pendidikan yang selaras dengan ekosistem KI akan membantu lahirnya talenta muda yang adaptif, mandiri, dan siap memimpin kemajuan bangsa melalui terobosan-terobosan baru.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *