Mamuju — Jauh sebelum Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) resmi digalakkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Bapperida Sulbar sudah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa di internal kantornya.
ASN yang mengantarkan anak ke sekolah mendapat dispensasi absen apel pagi, dan kebijakan itu sudah berjalan sejak Amujib mulai memimpin Bapperida.
“Sejak awal kami melakukan pendataan terhadap pegawai yang termasuk ibu hamil dan menyusui, memiliki anak usia sekolah, serta yang sedang merawat orang tua di rumah. Berdasarkan data tersebut, kami memberikan dispensasi kehadiran apel pagi, termasuk bagi pegawai yang mengantarkan anaknya ke sekolah,” kata Kepala Bapperida Sulbar, Amujib.
Pendataan itu mencakup empat kategori pegawai: ibu hamil, ibu menyusui, pegawai yang punya anak usia sekolah, dan pegawai yang sedang merawat orang tua di rumah.
Dari data itu, kebijakan kerja yang lebih fleksibel diterapkan bukan berdasarkan permohonan kasus per kasus, tapi secara sistematis berdasarkan kondisi nyata pegawai.
Selain soal antar-jemput anak, Bapperida juga memberi kelonggaran waktu bagi pegawai hamil dan menyusui untuk memenuhi kebutuhan kesehatan diri dan keluarga sebelum memulai kerja di kantor.
Kebijakan ini disebut Amujib sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya penurunan stunting, sekaligus membentuk lingkungan kerja yang lebih ramah keluarga.
Bagi Amujib, logikanya sederhana: kalau ingin ASN mendorong nilai-nilai keluarga sehat di masyarakat, ASN-nya sendiri harus sudah merasakannya dulu.
“Sebelum melakukan intervensi kepada masyarakat Sulawesi Barat, implementasi nyata Panca Daya yang menjadi visi pembangunan Bapak Gubernur Suhardi Duka harus dimulai dari lingkungan ASN. Kita harus mampu menuntaskan persoalan di lingkungan kita sendiri terlebih dahulu jika ingin menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran ayah dalam pengasuhan anak, perhatian terhadap ibu hamil dan menyusui, serta dukungan bagi pegawai dalam kondisi khusus bukan sekadar bentuk kepedulian, tapi investasi pembangunan SDM jangka panjang yang berdampak pada kualitas generasi mendatang. (Rls)

Comment