Daerah Mamuju News Pemerintahan
Home » Berita » Banjir di Tommo Suami Istri Di temukan Dengan Selamat

Banjir di Tommo Suami Istri Di temukan Dengan Selamat

MAMUJU, poros-sulbar.com. – Banjir yang menerjang Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, pada Senin malam, 21 Oktober 2024, menimbulkan banyak kerugian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Taslim Sukirno mengatakan, ada dua warga yang semalam terseret banjir.

Dua warga itu atas nama Rahmat Hidayat, 45 tahun, dan istrinya atas nama Marniati, 45 tahun. “Alhamdulillah, keduanya selamat,” kata Taslim, Selasa siang, 22 Oktober 2024.

Untuk sementara, lanjutnya, tidak ada laporan adanya korban jiwa. Namun dampak yang ditimbulkan banjir ini cukup luas.

“Personel kami sementara bekerja di lokasi banjir bersama sejumlah pihak. Kami berharap tidak ada banjir susulan,” harap Taslim. (*)

Hari Raya Idul Adha, Kodim 1418/Mamuju Sembelih 2 Ekor Sapi Kurban

=================

321 KK Terdampak Banjir di Tommo, BPBD Lakukan Penanganan di Lokasi Bencana

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Warga yang terdampak banjir di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulbar, pada Senin malam, 21 Oktober 2024, tidak sedikit.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Taslim Sukirno melaporkan, warga yang terdampak banjir mencapai 321 kepala keluarga (KK).

Berikut rinciannya. Di Desa Leling: Dusun Leling 81 KK dan Dusun Rantebulo 30 KK. Desa Leling Barat: Dusun Kabe 150 KK. Desa Sandana: Dusun Baitang 30 KK dan Dusun Sandana 30 KK.

SPPG Mamuju Tapalang Tampalang Salurkan MBG untuk 2.218 Penerima Manfaat, Dukung Pemenuhan Gizi Anak Sekolah

Kemudian, lanjutnya ada dua warga hanyut yang ditemukan selamat, yakni Rahmat Hidayat, 45 tahun, dan istrinya atas nama Marniati, 45 tahun.

Selanjutnya, ada 3 sekolah dasar dan dua masjid yang terdampak banjir. Demikian juga dengan jembatan yang terputus.

Langkah yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Mamuju yakni berkoordinasi dengan aparatur setempat, melakukan tindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan, melakukan assessment/kaji cepat, melakukan analisa di TKM, memberikan edukasi kebencanaan dan imbauan kepada warga.

Di lapangan, yang dibutuhkan saat ini adalah pakaian dan makanan. TRC BPBD Mamuju juga melakukan respon dan evakuasi bersama TNI, Polri, Basarnas Mamuju, dan perangkat desa. (*)

Kemenkum Sulbar Perkuat Peran Peran Non-Litigation Peacemaker Penyelesaian Sengketa di Masyarakat 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *